Faktor Determinan Intensi Perilaku Pengelolaan Sampah Berkelanjutan Pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Padang

ABSTRAK

Penelitian ini meneliti intensi perilaku pengelolaan sampah berkelanjutan pada siswa sekolah dasar menggunakan kerangka Teori Perilaku Berencana. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan intensi perilaku pengelolaan sampah berkelanjutan. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa sekolah dasar di Kota Padang, Sumatera Barat. Data yang dikumpulkan untuk penelitian ini dianalisis menggunakan Structural Equation Modelling (SEM). Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pengetahuan tentang pengelolaan sampah berkelanjutan memiliki hubungan yang signifikan dengan sikap terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan. Sikap terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan, norma subjektif dan perceived behavioral control (PBC) juga memiliki hubungan yang signifikan dengan intensi perilaku pengelolaan sampah berkelanjutan. Studi ini telah membantu dalam memahami kekuatan relatif dari faktor determinan intensi perilaku pengelolaan sampah berkelanjutan. Kekuatan hubungan yang paling besar adalah antara PBC dengan intensi, diikuti oleh hubungan antara norma subjektif dengan intensi, dan yang paling lemah adalah hubungan antara sikap dengan intensi. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pihak sekolah serta bagi para pembuat kebijakan.

Kata Kunci : Pengelolaan Sampah Berkelanjutan, Intensi, Perilaku.

Baca selengkapnya di : Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas

Send by Email, Membantu Mengurangi Pengeluaran Mahasiswa

Dalam proses belajar mengajar di perguruan tinggi bisa dikatakan hampir semua mata kuliah memberikan tugas kepada mahasiswa baik berupa makalah, resume materi kuliah ataupun laporan-laporan kegiatan. Sudah menjadi tradisi tugas, resume atau laporan-laporan tersebut dikumpulkan dalam bentuk hard copy dan dijilid rapi dengan harapan dapat menarik simpati dari dosen bersangkutan. Sama halnya dengan proses bimbingan pembuatan tugas akhir yang bisa berlangsung berkali-kali.

Dengan adanya kemajuan teknologi informasi yang kalau bisa kita manfaatkan dengan cerdas, pengeluaran mahasiswa untuk pembuatan tugas dalam bentuk hard copy tersebut semestinya bisa kita tekan seminimal mungkin. Salah satunya adalah dengan meminta mereka mengirim tugas-tugas tersebut ke dosen lewat email (send by email). Kalau kita coba kalkulasikan biaya yang bisa dihemat oleh mahasiswa dalam satu semester kira-kira :

10(mata kuliah) x 2(penugasan)x(Rp.3.000(penjilidan)+Rp.4.500(foto copy) = Rp.150.000,-

Baca lebih lanjut

Tips dan Panduan Menyusun Pembahasan Hasil Penelitian

Pembahasan hasil penelitian adalah sub-bab yang paling orisinal dalam laporan penelitian, termasuk skripsi, Tesis, Disertasi. Pada sub-bab ini, Peneliti wajib mengulas hasil penelitian yang diperolehnya secara panjang lebar dengan menggunakan pandangan orisinalnya dalam kerangka teori dan kajian empirik yang terdahulu. Jogiyanto (2004:196) menyatakan bahwa hasil pengujian (analisis) dalam suatu penelitian yang tidak dibahas menunjukkan bahwa si periset tidak mempunyai konteks ceritera dari hasil penelitiannya itu. Lalu, bagaimana bisa menyusun pembahasan hasil (penelitian)? Dalam kerangka metode ilmiah, ada tiga aspek yang mungkin digunakan untuk menyusun dan mengembangan pembahasan ini, yaitu aspek kajian teoretis, aspek kajian empiris, dan aspek implikasi hasil.

Aspek Kajian Teoretis

Salah satu tujuan untuk meneliti adalah untuk memverifikasi teori. Artinya, Peneliti ingin membuktikan apakah suatu teori tertentu berlaku atau dapat diamati pada obyek penelitian tertentu. Pada penelitian seperti ini, hipotesis penelitian perlu diformulasi dan diuji. Ada dua kemungkinan hasil pengujian hipotesis yang bisa diperoleh Peneliti, yakni
(a) hipotesis penelitian (atau teori yang diverifikasi) terbukti atau
(b) hipotesis penelitian tidak terbukti. Apa pun hasil yang diperoleh, Peneliti harus memberikan diskusi (pembahasan) terhadap hasil tersebut dalam konteks teori yang mendasari penelitiannya. Kompleksitas dari diskusi pada aspek ini bergantung pada hasil penelitian. Jika kemungkinan pertama hasil penelitian diperoleh, konteks diskusi dapat dilakukan secara lebih mudah. Peneliti dapat merujuk kembali teori-teori yang telah disajikan pada kajian teoretis yang telah dituangkan pada bab tentang kajian pustaka. Dengan kata lain, teori-teori yang relevan dan dapat dijadikan argumentasi untuk mendukung hasil yang diperoleh dapat dikemukakan sebagai bahan diskusi.

Baca lebih lanjut

Kaleidoskop 2014

Bulan Maret 2014 akhirnya setelah perjuangan yang panjang dan lumayan melelahkan aku berhasil juga maju ujian proposal dan hasilnya usulan penelitianku dianggap layak untuk penelitian jenjang S3. Perbaikan proposal lumayan lama juga hingga akhir April baru berhasil mendapatkan tanda tangan persetujuan perbaikan dari penguji dan pembimbing.

Setelah pengurusan perijinan di Balai Kota dan Dinas Pendidikan Kota Padang, bulan Mei aku langsung memulai penelitian tahap 1 untuk pengembangan instrumen penelitian. Bulan Juli dilanjutkan dengan penelitian Tahap 2 yg dimulai dari pengumpulan data penelitian, pengolahan dan analisis data. Awal September mulai proses bimbingan dengan tim promotor untuk menyiapkan draft progress 1 hasil penelitian untuk diujikan di hadapan dewan penguji.

Akhirnya, tahun 2014 ini berhasil juga ditutup dengan ujian progress 1 pada tgl 23 Desember 2014.  Kalau dibandingkan dengan mahasiswa doktoral di kampus lain memang sudah termasuk yg terlambat penyelesaian studi S3 ku ini, tapi kalau dibanding teman2 seangkatan masih lebih baguslah. Seperti kata Promotorku jangan bandingkan kambing dengan macan, kalau kambing ya sama kambing juga dibandingkan, setuju Prof ,. yg aku takutkan itu lama2 aku jadi bau kambing, karena keseringan mandi ala kadarnya di toilet kampus demi penghematan karena datang subuh2 dari Padang dengan travel hehe

Rasanya itu yg penting untuk diingat, walaupun singkat tulisannya, tapi panjang kenangannya sepanjang perjalanan Padang – Pekanbaru – Padang.

Life is a struggle

Nostalgia Lulus Cepat Studi Magister

Jadi bernostalgia dengan studi S2 yang bisa aku selesaikan dalam waktu 13 bulan dari target 3 semester (18 bulan). Tiap pagi sudah nongkrong di tempat mobil Prof Soeyoko di parkiran bagian parasitologi FK UGM, yang selalu datang menjelang jam 07.00 WIB. Konsultasi dilakukan sambil jalan ke ruangan beliau dan sambil beliau merapikan ruangannya. Dalam seminggu, hasil penelitianku selesai dikoreksi beliau, sudah langsung aku perbaiki dan disetujui beliau untuk maju ke seminar hasil penelitian. Dari seminar hasil ke ujian tesis atau pendadaran cuma diberi waktu 2 minggu. Jozzz …

Ah .. seandainya sekarang juga begitu.

Dari bimbingan terakhir tgl 2/10/14 ada saran perbaikan dan sudah diperbaiki dan aku kirim sesuai advice lewat jasa paket dokumen tgl 20/10/14. Nah, koreksi draft perbaikan inilah yg sedang dinanti2. Namun, jadi ragu juga apa jadi dikirim atau tidak, takut menanyakannya lagi. Pada saat menyusun proposal butuh waktu 7 bulan, mulai dari awal September 2013 s.d ujian proposal tgl 27 Maret 2014. Menjelang progress 1 ini berapa lama ya? sementara masih ada progress 2, progress 3, dan baru seminar hasil. Kok jadi pesimis dan merasa inferior complex aku saat ini ya ? Semakin lama dalam satu tahapan bukannya makin mantap untuk diuji malah makin bebal otak in rasanya, waduh …

Secara keseluruhan dari 29 orang yang satu angkatan, sampai saat ini posisi terakhir baru 1 org yg selesai progress 3 (next seminar hasil), 3 orang yg selesai progress 2, dan 4 org yang sedang konsultasi utk progress 1. Jadi artinya baru 8 orang yg sudah proposal dan penelitian, artinya 21 org lainnya belum melewati tahapan krusial studi S3, yaitu seminar proposal penelitian.

Semoga ada percepatan lah untuk semuanya.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.