Anggota Kelompok : 1)Emmi Fauzianti; 2)Desi Asusanti; 3)Bismatullah

BAB I
PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Sejak diberlakukannya konversi bahan bakar minyak tanah ke elpiji, muncul berita-berita mengenai kebakaran yang diakibatkan oleh meledaknya tabung elpiji. Kejadian ini sebagian berawal dari kelalaian dalam pemasangan dan pemeliharaan tabung serta kompor. Akibatnya, kebocoran gas pun terjadi dan menyulut kebakaran. Selain itu, beredarnya tabung elpiji palsu juga menjadi penyebab.
Sebenarnya elpiji tidaklah berbahaya. Bahkan jika paham dan cermat menggunakannya, elpiji jauh lebih aman dan efisien.
Banyaknya insiden peledakan tabung elpiji juga terjadi karena penggunaan tabung gas dan peralatan konversi elpiji yang palsu. Kita tentu harus hati-hati. Untuk menghindarinya, sebaiknya manfaatkan paket konversi resmi keluaran Pertamina sesuai SNI.
Menggunakan elpiji lebih menghemat energi dan biaya. Selain itu, memahami dan menerapkan cara penggunaan elpiji sesuai aturan juga membuat Anda tak perlu was-was saat memasak. 

2.Tujuan

a.Untuk mengetahui pengertian gas elpiji
b.Untuk mengetahui sifat gas elpiji
c.Untuk mengetahui penggunaan gas elpiji
d.Untuk mengetahui bahaya gas elpiji
e.Untuk mengetahui Cara aman memakai gas Elpiji
f.Untuk mengetahui Ciri – ciri tabung gas elpiji bocor
g.Untuk mengetahui Ciri – ciri tabung gas elpiji yang baik
h.Untuk mengetahui Penyebab tabung gas elpiji meledak
i.Untuk mengetahui Pertolongan pertama keracunan gas
j.Untuk mengetahui kejadian ledakan tabung gas

BAB II
PEMBAHASAN

1.Pengertian Elpiji

Elpiji, dari pelafalan singkatan bahasa Inggris; LPG (liquified petroleum gas, harafiah: “gas minyak bumi yang dicairkan”), adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair.
Gas ini adalah fraksi bertitik didih rendah yang dihasilkan dari penyulingan minyak bumi (minyak mentah atau crude oil), suatu bahan bakar fossil yang merupakan sumber energi tak-terbarukan (non renewable). Komponen utama elpiji adalah senyawa hidrokarbon propana (C3H8) dan butana (C4H10)dan sedikit etana (C2H6) dan pentana (C5H10). Dalam elpiji tidak terdapat metana (CH4) yang merupakan komponen utama gas alam cair (liquid natural gas atau LNG).  Adanya senyawa hidrokarbon lain dalam elpiji bergantung pada sumber dan bagaimana gas ini diproduksi.
Pada tekanan atmosfer dan suhu normal elpiji ini berbentuk gas, namun bisa dicairkan jika tekanan dinaikkan dan suhu direduksi sampai derajat tertentu. Gas ini mudah dikondensasi, dikemas dan disimpan sehingga banyak digunakan untuk beberapa aplikasi.  Biasanya, gas ini disimpan di bawah tekanan tertentu dalam tabung dan tangki baja berbentuk silinder. Tekanan dalam tabung bergantung pada komposisi gas dan suhu lingkungan.
Ketika anda menggunakan gas ini, beberapa tekanan akan dilepaskan dari tabung, cairan elpiji akan mendidih dan berubah menjadi uap. Perubahan ini membutuhkan panas yang bisa diperoleh atau diserap dari lingkungan. Hal ini yang menyebabkan permukaan tabung  terasa dingin ketika anda sentuh, bahkan bisa nampak seperti embun atau es.  Ketika anda berhenti menggunakan gas ini,  tekanan dalam tabung akan kembali ke kondisi kesetimbangan sesuai dengan suhu lingkungan. Regulator digunakan untuk mengatur tekanan gas ini keluar dari tabung agar tetap konstan.
Elpiji merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau sehingga diperlukan gas mercaptant yang berbau busuk yang biasanya dicampurkan ke dalam gas ini untuk mendeteksi jika terjadi kebocoran. Gas elpiji ini juga mudah sekali terbakar sehingga lokasi penyimpanannya harus dijauhkan dari sumber api dan berventilasi udara yang baik sehingga gas akan tersebar dengan aman jika ada kebocoran.  Gas ini juga lebih berat dari udara, sehingga gas ini akan bergerak ke tempat yang lebih rendah dan berakumulasi di sana dan sulit menyebar. Elpiji ini berekspansi dengan cepat ketika suhu dinaikkan. Untuk mengantisipasi sifat ekspansinya ini biasanya ada ruang kosong dalam penyimpanannya. Elpiji bisa merusak karet alam dan beberapa plastik.  Semua sifat-sifat ini dipertimbangkan, termasuk dalam merancang peralatan tabung dan perlengkapannya, untuk menjamin keamanan dan keselamatan pemakai atau konsumen gas.
Dalam kondisi atmosfer, elpiji akan berbentuk gas. Volume elpiji dalam bentuk cair lebih kecil dibandingkan dalam bentuk gas untuk berat yang sama. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair dalam tabung-tabung logam bertekanan. Untuk memungkinkan terjadinya ekspansi panas (thermal expansion) dari cairan yang dikandungnya, tabung elpiji tidak diisi secara penuh, hanya sekitar 80-85% dari kapasitasnya. Rasio antara volume gas bila menguap dengan gas dalam keadaan cair bervariasi tergantung komposisi, tekanan dan temperatur, tetapi biasanya sekitar 250:1.
Tekanan di mana elpiji berbentuk cair, dinamakan tekanan uap-nya, juga bervariasi tergantung komposisi dan temperatur; sebagai contoh, dibutuhkan tekanan sekitar 220 kPa (2.2 bar) bagi butana murni pada 20 °C (68 °F) agar mencair, dan sekitar 2.2 MPa (22 bar) bagi propana murni pada 55 °C (131 °F).
Menurut spesifikasinya, elpiji dibagi menjadi tiga jenis yaitu elpiji campuran, elpiji propana dan elpiji butana. Spesifikasi masing-masing elpiji tercantum dalam keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Nomor: 25K/36/DDJM/1990. Elpiji yang dipasarkan Pertamina adalah elpiji campuran.

2.Sifat Elpiji

Elpiji adalah campuran berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair di tabung-tabung logam bertekanan. Elpiji memiliki sifat berikut:
Sifat elpiji terutama adalah sebagai berikut:
Cairan dan gasnya sangat mudah terbakar
Gas tidak beracun, tidak berwarna dan biasanya berbau menyengat
Gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder.
Cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat.
Gas ini lebih berat dibanding udara sehingga akan banyak menempati daerah yang rendah.

3.Penggunaan Elpiji
Penggunaan Elpiji di Indonesia terutama adalah sebagai bahan bakar alat dapur (terutama kompor gas). Selain sebagai bahan bakar alat dapur, elpiji juga cukup banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor (walaupun mesin kendaraannya harus dimodifikasi terlebih dahulu).

4.Bahaya Elpiji
Salah satu risiko penggunaan elpiji adalah terjadinya kebocoran pada tabung atau instalasi gas sehingga bila terkena api dapat menyebabkan kebakaran. Pada awalnya, gas elpiji tidak berbau, tapi bila demikian akan sulit dideteksi apabila terjadi kebocoran pada tabung gas. Menyadari itu Pertamina menambahkan gas mercaptan, yang baunya khas dan menusuk hidung. Langkah itu sangat berguna untuk mendeteksi bila terjadi kebocoran tabung gas. Tekanan elpiji cukup besar (tekanan uap sekitar 120 psig), sehingga kebocoran elpiji akan membentuk gas secara cepat dan merubah volumenya menjadi lebih besar.

5.Cara aman memakai gas Elpiji
Sejak diberlakukannya konversi bahan bakar minyak tanah ke elpiji, muncul berita-berita mengenai kebakaran yang diakibatkan oleh meledaknya tabung elpiji. Kejadian ini sebagian berawal dari kelalaian dalam pemasangan dan pemeliharaan tabung serta kompor. Akibatnya, kebocoran gas pun terjadi dan menyulut kebakaran. Selain itu, beredarnya tabung elpiji palsu juga menjadi penyebab.
Sebenarnya elpiji tidaklah berbahaya. Bahkan jika paham dan cermat menggunakannya, elpiji jauh lebih aman dan efisien. Nah, berikut ini cara-cara yang harus dilakukan saat memakai elpiji di rumah.
1.Ketahui sifat elpiji.
Elpiji adalah campuran berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair di tabung-tabung logam bertekanan. Elpiji memiliki sifat berikut:
a.cairan dan gasnya sangat mudah terbakar
b.gas tidak beracun, tidak berwarna, dan biasanya berbau menyengat
c.gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder
d.cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat
2.Perlakukan tabung elpiji dengan hati-hati.
Letakkan kompor dan tabung elpiji di tempat datar dan di ruangan yang memiliki ventilasi udara yang baik. Idealnya, ventilasi dapur berada di dinding bagian bawah dan mengarah ke luar. Ini karena letak elpiji yang juga di bawah. Dengan demikian, jika tidak sengaja terjadi kebocoran, gas akan langsung tersalurkan ke luar. Tabung elpiji harus ditempatkan jauh dari kompor atau sumber api lain. Upayakan agar tabung tidak terpapar panas atau sinar matahari secara langsung.

3.Buka jendela sebelum menyalakan kompor.
Jika dapur tak memiliki sirkulasi udara yang baik, bukalah jendela atau pintu terlebih dulu sebelum menyalakan kompor. Seandainya terjadi kebocoran, jendela atau pintu yang terbuka memungkinkan gas tersebut keluar. Lakukan hal yang sama bila dapur dalam keadaan tertutup dalam jangka waktu lama. Biarkan jendela dan pintu terbuka selama beberapa menit sebelum menyalakan lampu atau peralatan elektronik lainnya.
4.Perhatikan keadaan selang dan regulator.
Selang harus terpasang erat dengan penjepit regulator maupun kompor. Pastikan selang tidak tertidih atau tertekuk. Pasang regulator pada mulut tabung elpiji. Setelah posisinya pas dan erat, putar tuas pengaturnya yang berwarna hitam sehingga tanda panahnya mengarah ke bawah dan terdengar bunyi “klik”.
Pemasangan yang baik tidak akan menyebabkan regulator terlepas dari mulut tabung elpiji.
5. Periksa kondisi tabung secara teratur.
Hal ini bertujuan untuk mengetahui seandainya terjadi kebocoran sehingga bisa segera dilakukan tindakan untuk mengatasinya. Periksa bagian-bagian yang rawan kebocoran, yaitu sambungan regulator dengan mulut tabung serta sambungan selang ke regulator dan ke kompor. Gosoklah bagian-bagian tersebut dengan air sabun. Apabila terjadi kebocoran, akan muncul gelembung-gelembung udara pada air sabun dan tercium bau khas elpiji.
6. Bersihkan kompor, selang, regulator, dan tabung secara teratur.
Kompor maupun tabung gas yang kotor, juga bisa memicu insiden berbahaya. Saat memasak mungkin saja bagian-bagian itu terkena percikan makanan. Jika dibiarkan, baunya bisa mengundang binatang, terutama tikus. Tikus bisa menggigiti selang sehingga bolong.
7. Ketahui ciri-ciri terjadinya kebocoran.
Berikut ini adalah poin-poin yang bisa dijadikan acuan:
a.tercium bau khas elpiji yang menyengat
b.terdapat embunan di sekitar bagian tabung, seperti pegangan tabung (neck ring), mulut tabung, dan dudukan tabung (foot ring)
c.terdengar bunyi mendesis pada regulator
8. Bertindak cepat.
Jika terjadi kebocoran pada tabung elpiji, segera lepaskan regulator dan bawa tabung ke luar ruangan. Letakkan di tempat terbuka. Jangan menyalakan api atau listrik saat terjadi kebocoran. Jika ragu, sebaiknya panggil agen atau penjual elpiji. Bila memang tabungnya bocor, kembalikan pada agen untuk diganti dengan tabung yang baru.

9. Gunakan peralatan yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
Banyaknya insiden peledakan tabung elpiji juga terjadi karena penggunaan tabung gas dan peralatan konversi elpiji yang palsu. Anda tentu harus hati-hati. Untuk menghindarinya, sebaiknya manfaatkan paket konversi resmi keluaran Pertamina sesuai SNI.

6.Ciri – ciri tabung gas elpiji bocor
Agar terhindar dari tabung gas suntik, kenali ciri-cirinya saat membeli gas, 3 kg atau 12 kg. Tabung gas suntik baik yang 3 kg dan 12 kg sudah umum dipalsukan dan biasanya dicampur dengan yang tidak palsu di tempat penjualan atau agen.
Cermati ciri-ciri tabung suntik berikut ini saat membeli gas:
1.Tabung : Tabung yang tidak mulus, cat banyak yang terkelupas dan penyok-penyok di beberapa bagian dan segel di bagian atas robek atau kendor.
2.Tulisan : Tabung tidak ada tulisan SNI dan Pertamina.
Tabung asli harus memiliki tulisan yang dicap permanen pada bodi tabung dan terbaca jelas.
3.Berat : Tabung gas asli 3 kg, beratnya 8 kg.
Sedangkan tabung gas 12 kg beratnya 27,2 kg. Timbang dengan timbangan sendiri (jangan memakai timbangan penjual) dan jika timbangan kurang dari berat standar, ada kemungkinan tabung gas palsu atau sudah dikurangi oleh agen/penjual
4.Plastik Segel : Pastikan kondisi plastik segel tertempel kuat di ujung tabung.
Terdapat tulisan agen yang tercetak jelas. Jika kondisi plastik segel kendor, mudah digeser dan tulisan nama agen tidak jelas, ada kemungkinan tabung gas sudah dipalsukan atau disuntik.
5.Karet : Karet di dalam saluran gas yang ada di bagian atas harus tebal dan rapi.
Jika tidak terdapat karet atau karet tipis, rusak atau tidak ada sama sekali, biasanya merupakan salah satu tanda tabung gas sudah disuntik.

7.Ciri – ciri tabung gas elpiji yang baik
Banyaknya insiden ledakan tabung gas elpiji juga terjadi akibat penggunaan tabung dan peralatan konversi palsu. Kenali ciri-ciri  tabung gas yang baik, begitu pula peralatannya yang baik dan asli. 

Ciri-ciri tabung gas elpiji yang baik :
1.Penampilan visual secara umum (harus tampak mulus dan tidak mengalami kerusakan/penyok)
2.Pemasangan valve, sisa ulir valve yang tampak adalah 3-5 ulir.
3.Rigi-rigi (bentuk permukaan) hasil las baik (harus halus dan mulus).
4.Mutu pengelasan baik (tidak terdapat cacat: undercut, pin hole atau retak).
5.Mutu petandaan/penandaan tabung baik:
Penandaan pada sisi hand guard dengan stamping.
Diproduksi untuk Pertamina.
Kode produksi pabrikan dan nomor seri.
Water capacity
Tara Weight.
Test Pressure.
Bulan dan tahun pembuatan.
Penandaan SNI pada produk (stamping).
Sablon dan emboss pada badan tabung.
Lingkaran merah di sekitar neck ring dengan lebar pengecatan 20 + 1mm.
Emboss logo Pertamina.
Lambang LPG Pertamina.
Sablon pada sisi hand guard.
Sablon bulan dan tahun uji selanjutnya
Kompor Gas 
1.Penampilan mulus dan tidak penyok. 
2.Memiliki tanda kode produksi, nama pabrik pembuat atau merek, nomor SNI kompor. 
3.Memiliki buku petunjuk garansi sesuai ketentuan produsen kompor dan sambungan selang karet. 
4.Pemantik berfungsi baik, tidak ada kebocoran, serta kondisi api baik (api berwarna biru). 

Cara Merawat Kompor Gas
Jenis: Kompor gas banyak ragamnya. Ada yang portable, ada yang memiliki 1 atau 2 tungku dan ada juga yang berupa unit lengkap dengan ovennya. Yang paling banyak digunakan saat ini adalah kompor gas dengan saluran selang yang dihubungkan dengan tabung gas. Harga dan modelnya juga sangat beragam. Pilihan jenis kompor ini tentu tergantung pada kebutuhan keluarga.
Tungku: Bagian kompor yang paling penting adalah tungku. Tungku ini merupakan alat untuk mengeluarkan api yang menghasilkan panas. Ukuran tungku ini ada yang lebar dan ada juga yang kecil yang menghasilkan kekuatan panas yang berbeda. Karena itu usahakan untuk menjaga agar permukaan dan bagian cerukan tungku ini selalu bersih.
Jika warna api sudah kemerahan berarti ada kotoran yang menyumbat aliran api. Sebaiknya segera mengeceknya. Demikian juga jika api sudah mulai mengecil, berarti ada aliran gas yang terhambat di dalamnya. Untuk membersihkan tungku, lepaskan penutup besinya (jika ada), lap dengan lap lembap hingga bersih. Lap juga bagian cerukan tungku dan jika lapisan bergeriginya bisa dilepas, sikatlah perlahan agar bersih dari kotoran yang bisa menyumbat aliran api.
Waktu: Kapan sebaiknya membersihkan kompor gas? Jika tiap hari kompor gas dipakai, sebaiknya tiap hari pula dibersihkan. Pembersihan rutin ini mencegah kotoran bertumpuk dan menjaga kompor tetap bersih. Untuk kompor gas berupa unit dengan 4 tungku, sebaiknya lakukan perawaratan rutin dengan memanggil tukang servis, minimal 2 bulan sekali. Servis ini akan membuat selang dan kabel yang ada di dalam kompor bisa dicek teliti dan terpelihara. Jangan lupa bersihkan dan cek juga tungku pada oven, yang biasanya ada di bagian bawah kompor ini.
Merawat: Saat memakai kompor gas, Anda juga bisa melakukan pemeliharaan. Hindari tumpahan minyak atau kuah ke atas tungku kompor. Karena tumpahan ini bukan hanya membuat nyala api terganggu tetapi juga membuat tungku berkarat. Jika terjadi tumpahan, bersihkan segera hingga kering agar tidak meninggalkan kerak atau kotoran pada tungku. Jangan lupa cek dan rawat juga selang serta kepala selang karena jika terjadi karat atau sayatan bisa mengakibatkan gas bocor. Gunakan pengaman yang bagus agar saat tejadi kebocoran aliran gas bisa mati secara otomatis.

Regulator 
1.Mempunyai tanda nama pabrik atau merek, nomor SNI regulator, bulan, dan tahun pembuatan. 
2.Tidak ada kebocoran pada badan regulator. 
3.Ukuran regulator harus pas dengan mulut tabung. 
4.Tuas regulator dapat berfungsi dengan baik. 

Selang Karet 
1.Penampilan visual secara umum (harus tampak mulus, tidak retak, robek, elastis).
2.Mempunyai serat benang atau serat kawat.
3.Diameter lubang sesuai dengan sambungan regulator dan kompor.
4.Mempunyai tanda-tanda pada selang :
Merk produk.
Nominal ukuran lubang.
Bulan, tahun dan kode produksi.
Nomor SNI selang.
Lakukan uji coba sebelum digunakan :
Tidak ada kebocoran pada selang dan sambungan ke regulator dan kompor.

Mulut Tabung (katup)
1.Penampilan visual secara umum (harus tampak mulus dan tidak mengalami kerusakan/penyok).
2.Valve terbuat dari bahan kuningan/broze.
3.Posisi ulir yang dipasang pada tabung harus sesuai dan minimum tiga drat tersisa.
4.Safety valve dalam kondisi baik.
5.Diameter bagian atas valve sesuai dengan bagian dalam regulator.
6.Terdapat karet (rubber seal) pada lubang valve. Kondisi rubber seal harus: halus, tidak mudah robek, sesuai dengan diameter dalam lubang valve).
7.Terdapat tanda pada badan valve:
Lambang Pertamina.
Kode Pabrik/pembuat.
Bulan dan tahun pembuatan.
Petunjuk tekanan kerja maksimum.
8.Dilakukan uji coba sebelum digunakan :
Valve tidak boleh bocor pada body, safety valve, dan spindle (bagian atas valve).
Valve tidak boleh bocor pada sambungan ke tabung dan regulator.
Dapat terpasang secara pas pada regulator.
Tanggal kadaluwarsa tabung LPG ditulis dalam Alfa code, sesuai nomornya : Sebagai berikut :
A atau B atau C atau D diikuti 2 digit angka.
Code: Contohnya : D06

Abjad mewakili 1 kwartal, Code :
A untuk kwartal 1 (Jan – Mar),
B untuk kwartal 2 (Apr – Jun),
C untuk kwartal 3 (Jul – Sept),
D untuk kwartal 4 (Okt – Des).
Dua digit angka berikutnya adalah tahun kadaluwarsa.
Jadi bila tertulis : D06 = Des 2006, atau B07 = Jun 2007

8.Penyebab tabung gas elpiji meledak
1.Tabung gas yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI )
2.Penyebab tabung meledak karena gas yang bocor terperangkap di ruangan dan terakumulasi hingga menyebabkan ledakan.
3.Kurangnya pemahaman masyarakat saat menangani kebocoran gas seringkali memicu terjadinya ledakan. Masyarakat perlu tahu , paham mengerti dan bisa memanfaatkan gas dengan baik dan aman. Mereka rata-rata hanya memilih, membeli, memakai tabung gas dan kurang memperhatikan tingkat keamanannya.
4.Kondisi klep/karet pengaman tidak sama atau tidak pas dengan lubang regulator yang menyebabkan kebocoran. Karet pengaman ini juga disinyalir menjadi penyebab tabung gas meledak.
5.Jangan menyalakan kompor gas ketika tercium bau gas yang menyengat, karena bisa mengakibatkan ledakan karena terjadinya kontak api dengan gas yang bocor dan memenuhi ruangan dapur.
6.Tabung gas yang sudah kadaluarsa. Harap diperiksa lebih dahulu, kapan tabung gas tersebut berakhir masa pakainya. Penulisan kadaluwarsa berupa “alfa code“. Contoh ” A 09 ” A = Januari – Maret B = April – Juni C = Juli – September D = Oktober – Desember maka A 09 adalah : Jan- Mart tahun 2009

9.Pertolongan pertama keracunan gas elpiji
Ledakan tabung gas yang akhir-akhir ini ramai diberitakan di berbagai media membuat kita prihatin. Sudah cukup banyak korban, baik yang luka bakar bahkan meninggal dunia. Dari berbagai kisah yang terjadi, tentunya menuntut kita semua untuk mengambil tindakan sesuai kapasitas masing-masing.Untuk itu kita perlu mengetahui tindakan pertolongan pertama keracunan gas , yaitu :
Pindahkan penderita ke tempat udara segar dan tidak boleh banyak bergerak, selimuti tubuhnya.
Beri nafas buatan atau berikan oksigen jika tersedia.
Segera kirim ke tempat pelayanan kesehatan terdekat.

10.Kejadian ledakan tabung Gas
1.Ledakan Tabung Gas Kembali Lukai Tiga Warga Bogor. Ledakan tabung gas kembali terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebuah tabung gas ukuran tiga kilogram milik warga di Kampung Wangun, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, meledak melukai tiga orang dan membakar dua bangunan pada Minggu, 11/7 2010 22:23 WIB.
2.Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah Makan   tanggal 05/07/2010 jam 12:17 . Liputan6.com, Jakarta: Sekali lagi ledakan akibat kebocoran gas elpiji terjadi di Jakarta. Sebuah warung makan di Jalan Meruya Selatan, Jakarta Barat, Senin (5/7), hangus terbakar. Sang pemilik warung mengalami luka bakar di wajah, leher, dan tangan.
Peristiwa naas berawal ketika pemilik warung sedang mengganti tabung gas yang telah habis di dapur. Ketika memasang regulator, tiba-tiba gas yang keluar dari tabung menyambar kompor yang sedang menyala.

3.Pada kamis (24/6) di Kampung lebar Pilar Kelurahan Sempur Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor sebuah tabung gas bocor lalu meledak menyebabkan dua pemiliknya mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya, kejadian inipun nyaris membakar rumah pemiliknya. (Ant)
4.Purwakarta (ANTARA News) – Arifin (36) korban luka bakar akibat ledakan gas elpiji di rumahnya di Desa Sukamanah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jabar, kemarin, saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Begitu ledakan terjadi, ia mendekap tabung gas dengan maksud agar ledakan tidak sampai membakar rumahnya,” kata Camat Bojong, Tedi Gustendi, disela-sela menjenguk korban di RS BayuAsih Purwakarta, Rabu.
Arifin mendapatkan perawatan intensif di RS Bayu Asih, karena luka bakar cukup serius di bagian muka, dada dan kaki, akibat ledakan tabung elpiji ukuran 12 kilogram
5.Sebuah ledakan terjadi di rumah Acep, warga Perumahan Pondok Ungu Permai Sektor V RT01/26 Blok KIV/20 Desa Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi, Minggu (4/7) sore.
Akibat kejadian itu, Dasidi (40) dan Sumantri (40), tetangga Acep terluka parah di bagian tubuhnya dan dilarikan ke RSCM, Jakarta Pusat.Sementara Purwanto, tetangga lainnya hanya terluka ringan di tangan kirinya.Menurut Purwanto, dari jam tujuh pagi memang sudah tercium bau gas dari rumah itu tak disadari pemiliknya karena yang bersangkutan tengah pergi kondangan. Purwanto bersama Dasidi dan Sumantri berinisiatif melihat kondisi rumah itu.
“Saya masuk dari pintu depan, dua orang itu memanjat tembok dan membuka genteng. Dua orang itu bisa masuk dapur, waktu mau pintu mau dibuka dari dalam, tiba-tiba timbul ledakan,” tutur Purwanto (40).

6.Kulon Progo (ANTARA News) – Ledakan dari tabung gas 12 kg yang bocor, Sabtu pagi, melukai seorang pengurus masjid di Desa Kembang, Kecamatan Nanggulan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Akibat ledakan yang terjadi sekitar pukul 07.15 WIB itu Suradiyo menderita luka serius sehingga harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Wates. “Diduga ledakan akibat kompor gas rusak pada bagian pemantik, sehingga lupa dimatikan dan mengakibatkan ruangan ukuran 1,5 x 3 meter tersebut dipenuhi gas. Tabung gas masih utuh tidak ada bekas-bekas kebocoran baik di bagian sambungan atau pun dibagian kepalanya. Ledakan disebabkan karena kompor sudah tidak layak pakai.
7.Makassar (ANTARA News) – Hasnah (50), warga BTN Sukma Blok C8/13 Kelurahan Tompobalang Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa akhirnya meninggal setelah terkena ledakan tabung gas elpiji 12 kilogram di Rumah Sakit Pelamonia Makassar.
Mahdi salah seorang keluarga korban di Makassar, Kamis, menuturkan, korban bersama suaminya Arsyad Tompo terkena ledakan tabung gas pada Mingu (18/7) dan harus menjalani perawatan di RS Pelamonia Makassar.
Setelah empat hari menjalani perawatan, pasangan suami istri itu dirawat di ruangan ICU, namun kondisi istrinya yang sudah tidak sadarkan diri kemudian menghembuskan nafasnya yang terakhir.
8.Ledakan tabung gas berukuran 3 kg atau tabung melon kembali terjadi. Kali ini terjadi di pemukiman padat di rumah Iswardi (37) di Jalan Haji Ung, RT 02/01 No 62, Harapan Mulya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabbtu (17/4) pukul 08.45. Akibatnya 11 orang termasuk anak-anak menderita luka bakar cukup serius.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sembilan orang yang terluka dilarikan ke Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ), Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Korban anak-anak adalahsaat mereka tengah melintas di samping rumah tempat tabung gas meledak karena hendak bermain bola.
Ledakan terjadi saat Iswardi dan istrinya sedang memasang selang regulator ke tabung elpiji ukuran 3 kg dan terjadi kebocoran. Sedangkan di luar rumah ada orang merokok sehingga terjadi ledakan.
9.Ponorogo. Nasib naas menimpa Goemono Kepala Inspektorat Pemkab Ponorogo bersama Suhartatik istri dan Herlina pembantunya. Ketiganya mengalami luka bakar sangat serius di sekujur tubuhnya akibat gas elpiji di dapur rumahnya bocor, terbakar dan meledak, Senin malam (29/12).
Setelah menjalani perawatan sementara di RSUD Dr Hardjono Ponorogo, ketiga korban terpaksa dilarikan ke RSU Dr. Soetomo Surabaya, untuk menjalani perawatan yang lebih intensif.
Saat hendak menyalakan kompor elpiji, ternyata kompor tersebut tidak bisa menyala, akhirnya ia memutuskan untuk menyalakan kompor minyak tanah.
Tidak bisa dinyalakannya kompor gas tersebut akibat gas telah kosong lantaran tabung gas bocor di bagian selang. Tak pelak, usai korek api dinyalakan satu ruangan dapur menjadi lautan api, karena gas yang sudah memenuhi ruangan akibat elpiji yang bocor.

10.Dan masih banyak lagi peristiwa ledakan gas lainnya dan tidak mungkin ditampilkan semuanya disini. Ini hanya beberapa contoh saja , sebagaian kecil dari peristiwa ledakan tabung gas elpiji.

BAB III
PENUTUP

1.Kesimpulan
Sejak diberlakukannya konversi bahan bakar minyak tanah ke elpiji, muncul berita-berita mengenai kebakaran yang diakibatkan oleh meledaknya tabung elpiji. Kejadian ini sebagian berawal dari kelalaian dalam pemasangan dan pemeliharaan tabung serta kompor. Akibatnya, kebocoran gas pun terjadi dan menyulut kebakaran. Selain itu, beredarnya tabung elpiji palsu juga menjadi penyebab.
a)Penyebab tabung meledak karena gas yang bocor terperangkap di ruangan dan terakumulasi hingga menyebabkan ledakan.
b)Kurangnya pemahaman masyarakat saat menangani kebocoran gas seringkali memicu terjadinya ledakan. Masyarakat perlu tahu , paham mengerti dan bisa memanfaatkan gas dengan baik dan aman. Mereka rata-rata hanya memilih, membeli, memakai tabung gas dan kurang memperhatikan tingkat keamanannya.
c)Kondisi klep/karet pengaman tidak sama atau tidak pas dengan lubang regulator yang menyebabkan kebocoran. Karet pengaman ini juga disinyalir menjadi penyebab tabung gas meledak.
d)Tabung gas yang tidak memenuhi standar Nasional Indonesia (SNI )
e)Ledakan tabung gas tidak hanya menyebabkan kerugian harta benda tetapi juga merenggut nyawa manusia, untuk itu diharapkan kehati-hatian masyarakat dalam menggunakan gas elpiji.
Dari berbagai kisah yang terjadi, tentunya menuntut kita semua untuk mengambil tindakan sesuai kapasitas masing-masing. Untuk itu kita perlu mengetahui tindakan pertolongan pertama keracunan gas , yaitu :
Pindahkan penderita ke tempat udara segar dan tidak boleh banyak bergerak, selimuti tubuhnya.
Beri nafas buatan atau berikan oksigen jika tersedia.
Segera kirim ke tempat pelayanan kesehatan terdekat.

2.Saran
Sebelum menggunakan elpiji seharusnya harus diperhatikan ha-hal berikut ini terlebih dahulu :
a.Sifat Gas elpiji
b.Perlakukan tabung elpiji dengan hati-hati.
c.Buka jendela sebelum menyalakan kompor
d.Perhatikan keadaan selang dan regulator.
e.Periksa kondisi tabung secara teratur
f.Bersihkan kompor, selang, regulator, dan tabung secara teratur.
g.Ketahui ciri-ciri terjadinya kebocoran.
h.Bertindak cepat.
i.Gunakan peralatan yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

DAFTAR PUSTAKA

1.http://id.wikipedia.org/wiki/Elpiji
2. http://www.bunyu-online.com/2010/08/cara-aman-menggunakan-elpiji-di-dapur.html
3.ttp://fathur-net.blogspot.com/2010/08/ciri-ciri-tabung-gas-3g-elpiji-bocor.html
4.http://besteasyseo.blogspot.com/2009/10/tips-cara-rawat-kompor-gas-hemat-energi.html
5.http://www.picastech.com/2010/08/ciri-ciri-tabung-gas-yang-baik.html
6.http://wihans.web.id/ciri-tabung-standart-sni
7.http://berita.liputan6.com/ibukota/201007/284721/Ledakan.Tabung.Gas.Hanguskan.Rumah.Makan
8.http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/02/09/50897/Meminimalisasi-Ledakan-Gas-Elpiji-
9.http://www.adipedia.com
10.http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?nNewsId=39901
11.http://www.beritaterkinionline.com/2010/07/lebih-akrab-dengan-elpiji.html