Di akhir semester 4 ini mahasiswa FKM Unand dihadapkan kepada pilihan yang cukup sulit yang akan menentukan arah karirnya ke depan. Mulai semester 5 mereka menjalani kuliah peminatan setelah sebelumnya selalu bersama-sama dengan teman satu angkatan selama 4 semester.

Sebetulnya pola peminatan di FKM tidak sama dengan penjurusan seperti yang ada di Fakultas Teknik atau MIPA. Sama halnya ilmu kesehatan masyarakat itu sendiri yang yang merupakan multi disiplin dengan tujuan akhirnya mewujudkan masyarakat yang sehat fisik, psikis maupun sosial. Peminatan di FKM lebih kepada penguatan keahlian mahasiswa pada salah satu bidang yang diminatinya.

Di FKM Unand disediakan 5 peminatan:

1. Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK)
2. Epidemiologi
3. Gizi
4. Kesehatan Reproduksi, dan
5. Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Kesehatan Lingkungan (K3 Kesling)

Perkuliahan peminatan itu sendiri sebanyak 26-28 SKS dari 150 SKS yang harus diselesaikan oleh mahasiswa untuk memperoleh gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM). Artinya hanya sekitar 20% dari perkuliahan di FKM Unand, makanya seorang sarjana kesehatan masyarakat meskipun berasal dari peminatan berbeda mereka telah memiliki kompetensi wajib yang harus dimiliki oleh seorang sarjana kesehatan masyarakat.

Di Indonesia sendiri belum ada aturan baku mengenai peminatan dalam kurikulum pendidikan sarjana kesehaan masyarakat. Masing-masing institusi pendidikan punya pola sendiri, bahkan mulai ada pemikiran untuk pendidikan profesi kesehatan masyarakat yang mesti ditempuh oleh lulusan S-1 kesehatan masyarakat. Sama halnya dengan profesi dokter, dokter gigi, apoteker, dan juga perawat (ners).

Nah, dari kecenderungan di atas, bisa sedikit disimpulkan bahwa peminatan di FKM merupakan dasar berpijak bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di tingkatan pasca sarjana atau spesialisasi profesi kesehatan masyarakat bagi pengembangan karirnya nanti.

Mudah-mudahan bisa memberi sedikit pencerahan..