Ledakan Gas Elpigi

Anggota Kelompok : 1)Emmi Fauzianti; 2)Desi Asusanti; 3)Bismatullah

BAB I
PENDAHULUAN

1.Latar Belakang

Sejak diberlakukannya konversi bahan bakar minyak tanah ke elpiji, muncul berita-berita mengenai kebakaran yang diakibatkan oleh meledaknya tabung elpiji. Kejadian ini sebagian berawal dari kelalaian dalam pemasangan dan pemeliharaan tabung serta kompor. Akibatnya, kebocoran gas pun terjadi dan menyulut kebakaran. Selain itu, beredarnya tabung elpiji palsu juga menjadi penyebab.
Sebenarnya elpiji tidaklah berbahaya. Bahkan jika paham dan cermat menggunakannya, elpiji jauh lebih aman dan efisien.
Banyaknya insiden peledakan tabung elpiji juga terjadi karena penggunaan tabung gas dan peralatan konversi elpiji yang palsu. Kita tentu harus hati-hati. Untuk menghindarinya, sebaiknya manfaatkan paket konversi resmi keluaran Pertamina sesuai SNI.
Menggunakan elpiji lebih menghemat energi dan biaya. Selain itu, memahami dan menerapkan cara penggunaan elpiji sesuai aturan juga membuat Anda tak perlu was-was saat memasak. 

2.Tujuan

a.Untuk mengetahui pengertian gas elpiji
b.Untuk mengetahui sifat gas elpiji
c.Untuk mengetahui penggunaan gas elpiji
d.Untuk mengetahui bahaya gas elpiji
e.Untuk mengetahui Cara aman memakai gas Elpiji
f.Untuk mengetahui Ciri – ciri tabung gas elpiji bocor
g.Untuk mengetahui Ciri – ciri tabung gas elpiji yang baik
h.Untuk mengetahui Penyebab tabung gas elpiji meledak
i.Untuk mengetahui Pertolongan pertama keracunan gas
j.Untuk mengetahui kejadian ledakan tabung gas

BAB II
PEMBAHASAN

1.Pengertian Elpiji

Elpiji, dari pelafalan singkatan bahasa Inggris; LPG (liquified petroleum gas, harafiah: “gas minyak bumi yang dicairkan”), adalah campuran dari berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair.
Gas ini adalah fraksi bertitik didih rendah yang dihasilkan dari penyulingan minyak bumi (minyak mentah atau crude oil), suatu bahan bakar fossil yang merupakan sumber energi tak-terbarukan (non renewable). Komponen utama elpiji adalah senyawa hidrokarbon propana (C3H8) dan butana (C4H10)dan sedikit etana (C2H6) dan pentana (C5H10). Dalam elpiji tidak terdapat metana (CH4) yang merupakan komponen utama gas alam cair (liquid natural gas atau LNG).  Adanya senyawa hidrokarbon lain dalam elpiji bergantung pada sumber dan bagaimana gas ini diproduksi.
Pada tekanan atmosfer dan suhu normal elpiji ini berbentuk gas, namun bisa dicairkan jika tekanan dinaikkan dan suhu direduksi sampai derajat tertentu. Gas ini mudah dikondensasi, dikemas dan disimpan sehingga banyak digunakan untuk beberapa aplikasi.  Biasanya, gas ini disimpan di bawah tekanan tertentu dalam tabung dan tangki baja berbentuk silinder. Tekanan dalam tabung bergantung pada komposisi gas dan suhu lingkungan.
Ketika anda menggunakan gas ini, beberapa tekanan akan dilepaskan dari tabung, cairan elpiji akan mendidih dan berubah menjadi uap. Perubahan ini membutuhkan panas yang bisa diperoleh atau diserap dari lingkungan. Hal ini yang menyebabkan permukaan tabung  terasa dingin ketika anda sentuh, bahkan bisa nampak seperti embun atau es.  Ketika anda berhenti menggunakan gas ini,  tekanan dalam tabung akan kembali ke kondisi kesetimbangan sesuai dengan suhu lingkungan. Regulator digunakan untuk mengatur tekanan gas ini keluar dari tabung agar tetap konstan.
Elpiji merupakan gas yang tidak berwarna dan tidak berbau sehingga diperlukan gas mercaptant yang berbau busuk yang biasanya dicampurkan ke dalam gas ini untuk mendeteksi jika terjadi kebocoran. Gas elpiji ini juga mudah sekali terbakar sehingga lokasi penyimpanannya harus dijauhkan dari sumber api dan berventilasi udara yang baik sehingga gas akan tersebar dengan aman jika ada kebocoran.  Gas ini juga lebih berat dari udara, sehingga gas ini akan bergerak ke tempat yang lebih rendah dan berakumulasi di sana dan sulit menyebar. Elpiji ini berekspansi dengan cepat ketika suhu dinaikkan. Untuk mengantisipasi sifat ekspansinya ini biasanya ada ruang kosong dalam penyimpanannya. Elpiji bisa merusak karet alam dan beberapa plastik.  Semua sifat-sifat ini dipertimbangkan, termasuk dalam merancang peralatan tabung dan perlengkapannya, untuk menjamin keamanan dan keselamatan pemakai atau konsumen gas.
Dalam kondisi atmosfer, elpiji akan berbentuk gas. Volume elpiji dalam bentuk cair lebih kecil dibandingkan dalam bentuk gas untuk berat yang sama. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair dalam tabung-tabung logam bertekanan. Untuk memungkinkan terjadinya ekspansi panas (thermal expansion) dari cairan yang dikandungnya, tabung elpiji tidak diisi secara penuh, hanya sekitar 80-85% dari kapasitasnya. Rasio antara volume gas bila menguap dengan gas dalam keadaan cair bervariasi tergantung komposisi, tekanan dan temperatur, tetapi biasanya sekitar 250:1.
Tekanan di mana elpiji berbentuk cair, dinamakan tekanan uap-nya, juga bervariasi tergantung komposisi dan temperatur; sebagai contoh, dibutuhkan tekanan sekitar 220 kPa (2.2 bar) bagi butana murni pada 20 °C (68 °F) agar mencair, dan sekitar 2.2 MPa (22 bar) bagi propana murni pada 55 °C (131 °F).
Menurut spesifikasinya, elpiji dibagi menjadi tiga jenis yaitu elpiji campuran, elpiji propana dan elpiji butana. Spesifikasi masing-masing elpiji tercantum dalam keputusan Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Nomor: 25K/36/DDJM/1990. Elpiji yang dipasarkan Pertamina adalah elpiji campuran.

2.Sifat Elpiji

Elpiji adalah campuran berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair di tabung-tabung logam bertekanan. Elpiji memiliki sifat berikut:
Sifat elpiji terutama adalah sebagai berikut:
Cairan dan gasnya sangat mudah terbakar
Gas tidak beracun, tidak berwarna dan biasanya berbau menyengat
Gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder.
Cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat.
Gas ini lebih berat dibanding udara sehingga akan banyak menempati daerah yang rendah.

3.Penggunaan Elpiji
Penggunaan Elpiji di Indonesia terutama adalah sebagai bahan bakar alat dapur (terutama kompor gas). Selain sebagai bahan bakar alat dapur, elpiji juga cukup banyak digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor (walaupun mesin kendaraannya harus dimodifikasi terlebih dahulu).

4.Bahaya Elpiji
Salah satu risiko penggunaan elpiji adalah terjadinya kebocoran pada tabung atau instalasi gas sehingga bila terkena api dapat menyebabkan kebakaran. Pada awalnya, gas elpiji tidak berbau, tapi bila demikian akan sulit dideteksi apabila terjadi kebocoran pada tabung gas. Menyadari itu Pertamina menambahkan gas mercaptan, yang baunya khas dan menusuk hidung. Langkah itu sangat berguna untuk mendeteksi bila terjadi kebocoran tabung gas. Tekanan elpiji cukup besar (tekanan uap sekitar 120 psig), sehingga kebocoran elpiji akan membentuk gas secara cepat dan merubah volumenya menjadi lebih besar.

5.Cara aman memakai gas Elpiji
Sejak diberlakukannya konversi bahan bakar minyak tanah ke elpiji, muncul berita-berita mengenai kebakaran yang diakibatkan oleh meledaknya tabung elpiji. Kejadian ini sebagian berawal dari kelalaian dalam pemasangan dan pemeliharaan tabung serta kompor. Akibatnya, kebocoran gas pun terjadi dan menyulut kebakaran. Selain itu, beredarnya tabung elpiji palsu juga menjadi penyebab.
Sebenarnya elpiji tidaklah berbahaya. Bahkan jika paham dan cermat menggunakannya, elpiji jauh lebih aman dan efisien. Nah, berikut ini cara-cara yang harus dilakukan saat memakai elpiji di rumah.
1.Ketahui sifat elpiji.
Elpiji adalah campuran berbagai unsur hidrokarbon yang berasal dari gas alam. Dengan menambah tekanan dan menurunkan suhunya, gas berubah menjadi cair. Karena itu elpiji dipasarkan dalam bentuk cair di tabung-tabung logam bertekanan. Elpiji memiliki sifat berikut:
a.cairan dan gasnya sangat mudah terbakar
b.gas tidak beracun, tidak berwarna, dan biasanya berbau menyengat
c.gas dikirimkan sebagai cairan yang bertekanan di dalam tangki atau silinder
d.cairan dapat menguap jika dilepas dan menyebar dengan cepat
2.Perlakukan tabung elpiji dengan hati-hati.
Letakkan kompor dan tabung elpiji di tempat datar dan di ruangan yang memiliki ventilasi udara yang baik. Idealnya, ventilasi dapur berada di dinding bagian bawah dan mengarah ke luar. Ini karena letak elpiji yang juga di bawah. Dengan demikian, jika tidak sengaja terjadi kebocoran, gas akan langsung tersalurkan ke luar. Tabung elpiji harus ditempatkan jauh dari kompor atau sumber api lain. Upayakan agar tabung tidak terpapar panas atau sinar matahari secara langsung.

3.Buka jendela sebelum menyalakan kompor.
Jika dapur tak memiliki sirkulasi udara yang baik, bukalah jendela atau pintu terlebih dulu sebelum menyalakan kompor. Seandainya terjadi kebocoran, jendela atau pintu yang terbuka memungkinkan gas tersebut keluar. Lakukan hal yang sama bila dapur dalam keadaan tertutup dalam jangka waktu lama. Biarkan jendela dan pintu terbuka selama beberapa menit sebelum menyalakan lampu atau peralatan elektronik lainnya.
4.Perhatikan keadaan selang dan regulator.
Selang harus terpasang erat dengan penjepit regulator maupun kompor. Pastikan selang tidak tertidih atau tertekuk. Pasang regulator pada mulut tabung elpiji. Setelah posisinya pas dan erat, putar tuas pengaturnya yang berwarna hitam sehingga tanda panahnya mengarah ke bawah dan terdengar bunyi “klik”.
Pemasangan yang baik tidak akan menyebabkan regulator terlepas dari mulut tabung elpiji.
5. Periksa kondisi tabung secara teratur.
Hal ini bertujuan untuk mengetahui seandainya terjadi kebocoran sehingga bisa segera dilakukan tindakan untuk mengatasinya. Periksa bagian-bagian yang rawan kebocoran, yaitu sambungan regulator dengan mulut tabung serta sambungan selang ke regulator dan ke kompor. Gosoklah bagian-bagian tersebut dengan air sabun. Apabila terjadi kebocoran, akan muncul gelembung-gelembung udara pada air sabun dan tercium bau khas elpiji.
6. Bersihkan kompor, selang, regulator, dan tabung secara teratur.
Kompor maupun tabung gas yang kotor, juga bisa memicu insiden berbahaya. Saat memasak mungkin saja bagian-bagian itu terkena percikan makanan. Jika dibiarkan, baunya bisa mengundang binatang, terutama tikus. Tikus bisa menggigiti selang sehingga bolong.
7. Ketahui ciri-ciri terjadinya kebocoran.
Berikut ini adalah poin-poin yang bisa dijadikan acuan:
a.tercium bau khas elpiji yang menyengat
b.terdapat embunan di sekitar bagian tabung, seperti pegangan tabung (neck ring), mulut tabung, dan dudukan tabung (foot ring)
c.terdengar bunyi mendesis pada regulator
8. Bertindak cepat.
Jika terjadi kebocoran pada tabung elpiji, segera lepaskan regulator dan bawa tabung ke luar ruangan. Letakkan di tempat terbuka. Jangan menyalakan api atau listrik saat terjadi kebocoran. Jika ragu, sebaiknya panggil agen atau penjual elpiji. Bila memang tabungnya bocor, kembalikan pada agen untuk diganti dengan tabung yang baru.

9. Gunakan peralatan yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
Banyaknya insiden peledakan tabung elpiji juga terjadi karena penggunaan tabung gas dan peralatan konversi elpiji yang palsu. Anda tentu harus hati-hati. Untuk menghindarinya, sebaiknya manfaatkan paket konversi resmi keluaran Pertamina sesuai SNI.

6.Ciri – ciri tabung gas elpiji bocor
Agar terhindar dari tabung gas suntik, kenali ciri-cirinya saat membeli gas, 3 kg atau 12 kg. Tabung gas suntik baik yang 3 kg dan 12 kg sudah umum dipalsukan dan biasanya dicampur dengan yang tidak palsu di tempat penjualan atau agen.
Cermati ciri-ciri tabung suntik berikut ini saat membeli gas:
1.Tabung : Tabung yang tidak mulus, cat banyak yang terkelupas dan penyok-penyok di beberapa bagian dan segel di bagian atas robek atau kendor.
2.Tulisan : Tabung tidak ada tulisan SNI dan Pertamina.
Tabung asli harus memiliki tulisan yang dicap permanen pada bodi tabung dan terbaca jelas.
3.Berat : Tabung gas asli 3 kg, beratnya 8 kg.
Sedangkan tabung gas 12 kg beratnya 27,2 kg. Timbang dengan timbangan sendiri (jangan memakai timbangan penjual) dan jika timbangan kurang dari berat standar, ada kemungkinan tabung gas palsu atau sudah dikurangi oleh agen/penjual
4.Plastik Segel : Pastikan kondisi plastik segel tertempel kuat di ujung tabung.
Terdapat tulisan agen yang tercetak jelas. Jika kondisi plastik segel kendor, mudah digeser dan tulisan nama agen tidak jelas, ada kemungkinan tabung gas sudah dipalsukan atau disuntik.
5.Karet : Karet di dalam saluran gas yang ada di bagian atas harus tebal dan rapi.
Jika tidak terdapat karet atau karet tipis, rusak atau tidak ada sama sekali, biasanya merupakan salah satu tanda tabung gas sudah disuntik.

7.Ciri – ciri tabung gas elpiji yang baik
Banyaknya insiden ledakan tabung gas elpiji juga terjadi akibat penggunaan tabung dan peralatan konversi palsu. Kenali ciri-ciri  tabung gas yang baik, begitu pula peralatannya yang baik dan asli. 

Ciri-ciri tabung gas elpiji yang baik :
1.Penampilan visual secara umum (harus tampak mulus dan tidak mengalami kerusakan/penyok)
2.Pemasangan valve, sisa ulir valve yang tampak adalah 3-5 ulir.
3.Rigi-rigi (bentuk permukaan) hasil las baik (harus halus dan mulus).
4.Mutu pengelasan baik (tidak terdapat cacat: undercut, pin hole atau retak).
5.Mutu petandaan/penandaan tabung baik:
Penandaan pada sisi hand guard dengan stamping.
Diproduksi untuk Pertamina.
Kode produksi pabrikan dan nomor seri.
Water capacity
Tara Weight.
Test Pressure.
Bulan dan tahun pembuatan.
Penandaan SNI pada produk (stamping).
Sablon dan emboss pada badan tabung.
Lingkaran merah di sekitar neck ring dengan lebar pengecatan 20 + 1mm.
Emboss logo Pertamina.
Lambang LPG Pertamina.
Sablon pada sisi hand guard.
Sablon bulan dan tahun uji selanjutnya
Kompor Gas 
1.Penampilan mulus dan tidak penyok. 
2.Memiliki tanda kode produksi, nama pabrik pembuat atau merek, nomor SNI kompor. 
3.Memiliki buku petunjuk garansi sesuai ketentuan produsen kompor dan sambungan selang karet. 
4.Pemantik berfungsi baik, tidak ada kebocoran, serta kondisi api baik (api berwarna biru). 

Cara Merawat Kompor Gas
Jenis: Kompor gas banyak ragamnya. Ada yang portable, ada yang memiliki 1 atau 2 tungku dan ada juga yang berupa unit lengkap dengan ovennya. Yang paling banyak digunakan saat ini adalah kompor gas dengan saluran selang yang dihubungkan dengan tabung gas. Harga dan modelnya juga sangat beragam. Pilihan jenis kompor ini tentu tergantung pada kebutuhan keluarga.
Tungku: Bagian kompor yang paling penting adalah tungku. Tungku ini merupakan alat untuk mengeluarkan api yang menghasilkan panas. Ukuran tungku ini ada yang lebar dan ada juga yang kecil yang menghasilkan kekuatan panas yang berbeda. Karena itu usahakan untuk menjaga agar permukaan dan bagian cerukan tungku ini selalu bersih.
Jika warna api sudah kemerahan berarti ada kotoran yang menyumbat aliran api. Sebaiknya segera mengeceknya. Demikian juga jika api sudah mulai mengecil, berarti ada aliran gas yang terhambat di dalamnya. Untuk membersihkan tungku, lepaskan penutup besinya (jika ada), lap dengan lap lembap hingga bersih. Lap juga bagian cerukan tungku dan jika lapisan bergeriginya bisa dilepas, sikatlah perlahan agar bersih dari kotoran yang bisa menyumbat aliran api.
Waktu: Kapan sebaiknya membersihkan kompor gas? Jika tiap hari kompor gas dipakai, sebaiknya tiap hari pula dibersihkan. Pembersihan rutin ini mencegah kotoran bertumpuk dan menjaga kompor tetap bersih. Untuk kompor gas berupa unit dengan 4 tungku, sebaiknya lakukan perawaratan rutin dengan memanggil tukang servis, minimal 2 bulan sekali. Servis ini akan membuat selang dan kabel yang ada di dalam kompor bisa dicek teliti dan terpelihara. Jangan lupa bersihkan dan cek juga tungku pada oven, yang biasanya ada di bagian bawah kompor ini.
Merawat: Saat memakai kompor gas, Anda juga bisa melakukan pemeliharaan. Hindari tumpahan minyak atau kuah ke atas tungku kompor. Karena tumpahan ini bukan hanya membuat nyala api terganggu tetapi juga membuat tungku berkarat. Jika terjadi tumpahan, bersihkan segera hingga kering agar tidak meninggalkan kerak atau kotoran pada tungku. Jangan lupa cek dan rawat juga selang serta kepala selang karena jika terjadi karat atau sayatan bisa mengakibatkan gas bocor. Gunakan pengaman yang bagus agar saat tejadi kebocoran aliran gas bisa mati secara otomatis.

Regulator 
1.Mempunyai tanda nama pabrik atau merek, nomor SNI regulator, bulan, dan tahun pembuatan. 
2.Tidak ada kebocoran pada badan regulator. 
3.Ukuran regulator harus pas dengan mulut tabung. 
4.Tuas regulator dapat berfungsi dengan baik. 

Selang Karet 
1.Penampilan visual secara umum (harus tampak mulus, tidak retak, robek, elastis).
2.Mempunyai serat benang atau serat kawat.
3.Diameter lubang sesuai dengan sambungan regulator dan kompor.
4.Mempunyai tanda-tanda pada selang :
Merk produk.
Nominal ukuran lubang.
Bulan, tahun dan kode produksi.
Nomor SNI selang.
Lakukan uji coba sebelum digunakan :
Tidak ada kebocoran pada selang dan sambungan ke regulator dan kompor.

Mulut Tabung (katup)
1.Penampilan visual secara umum (harus tampak mulus dan tidak mengalami kerusakan/penyok).
2.Valve terbuat dari bahan kuningan/broze.
3.Posisi ulir yang dipasang pada tabung harus sesuai dan minimum tiga drat tersisa.
4.Safety valve dalam kondisi baik.
5.Diameter bagian atas valve sesuai dengan bagian dalam regulator.
6.Terdapat karet (rubber seal) pada lubang valve. Kondisi rubber seal harus: halus, tidak mudah robek, sesuai dengan diameter dalam lubang valve).
7.Terdapat tanda pada badan valve:
Lambang Pertamina.
Kode Pabrik/pembuat.
Bulan dan tahun pembuatan.
Petunjuk tekanan kerja maksimum.
8.Dilakukan uji coba sebelum digunakan :
Valve tidak boleh bocor pada body, safety valve, dan spindle (bagian atas valve).
Valve tidak boleh bocor pada sambungan ke tabung dan regulator.
Dapat terpasang secara pas pada regulator.
Tanggal kadaluwarsa tabung LPG ditulis dalam Alfa code, sesuai nomornya : Sebagai berikut :
A atau B atau C atau D diikuti 2 digit angka.
Code: Contohnya : D06

Abjad mewakili 1 kwartal, Code :
A untuk kwartal 1 (Jan – Mar),
B untuk kwartal 2 (Apr – Jun),
C untuk kwartal 3 (Jul – Sept),
D untuk kwartal 4 (Okt – Des).
Dua digit angka berikutnya adalah tahun kadaluwarsa.
Jadi bila tertulis : D06 = Des 2006, atau B07 = Jun 2007

8.Penyebab tabung gas elpiji meledak
1.Tabung gas yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI )
2.Penyebab tabung meledak karena gas yang bocor terperangkap di ruangan dan terakumulasi hingga menyebabkan ledakan.
3.Kurangnya pemahaman masyarakat saat menangani kebocoran gas seringkali memicu terjadinya ledakan. Masyarakat perlu tahu , paham mengerti dan bisa memanfaatkan gas dengan baik dan aman. Mereka rata-rata hanya memilih, membeli, memakai tabung gas dan kurang memperhatikan tingkat keamanannya.
4.Kondisi klep/karet pengaman tidak sama atau tidak pas dengan lubang regulator yang menyebabkan kebocoran. Karet pengaman ini juga disinyalir menjadi penyebab tabung gas meledak.
5.Jangan menyalakan kompor gas ketika tercium bau gas yang menyengat, karena bisa mengakibatkan ledakan karena terjadinya kontak api dengan gas yang bocor dan memenuhi ruangan dapur.
6.Tabung gas yang sudah kadaluarsa. Harap diperiksa lebih dahulu, kapan tabung gas tersebut berakhir masa pakainya. Penulisan kadaluwarsa berupa “alfa code“. Contoh ” A 09 ” A = Januari – Maret B = April – Juni C = Juli – September D = Oktober – Desember maka A 09 adalah : Jan- Mart tahun 2009

9.Pertolongan pertama keracunan gas elpiji
Ledakan tabung gas yang akhir-akhir ini ramai diberitakan di berbagai media membuat kita prihatin. Sudah cukup banyak korban, baik yang luka bakar bahkan meninggal dunia. Dari berbagai kisah yang terjadi, tentunya menuntut kita semua untuk mengambil tindakan sesuai kapasitas masing-masing.Untuk itu kita perlu mengetahui tindakan pertolongan pertama keracunan gas , yaitu :
Pindahkan penderita ke tempat udara segar dan tidak boleh banyak bergerak, selimuti tubuhnya.
Beri nafas buatan atau berikan oksigen jika tersedia.
Segera kirim ke tempat pelayanan kesehatan terdekat.

10.Kejadian ledakan tabung Gas
1.Ledakan Tabung Gas Kembali Lukai Tiga Warga Bogor. Ledakan tabung gas kembali terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sebuah tabung gas ukuran tiga kilogram milik warga di Kampung Wangun, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, meledak melukai tiga orang dan membakar dua bangunan pada Minggu, 11/7 2010 22:23 WIB.
2.Ledakan Tabung Gas Hanguskan Rumah Makan   tanggal 05/07/2010 jam 12:17 . Liputan6.com, Jakarta: Sekali lagi ledakan akibat kebocoran gas elpiji terjadi di Jakarta. Sebuah warung makan di Jalan Meruya Selatan, Jakarta Barat, Senin (5/7), hangus terbakar. Sang pemilik warung mengalami luka bakar di wajah, leher, dan tangan.
Peristiwa naas berawal ketika pemilik warung sedang mengganti tabung gas yang telah habis di dapur. Ketika memasang regulator, tiba-tiba gas yang keluar dari tabung menyambar kompor yang sedang menyala.

3.Pada kamis (24/6) di Kampung lebar Pilar Kelurahan Sempur Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor sebuah tabung gas bocor lalu meledak menyebabkan dua pemiliknya mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya, kejadian inipun nyaris membakar rumah pemiliknya. (Ant)
4.Purwakarta (ANTARA News) – Arifin (36) korban luka bakar akibat ledakan gas elpiji di rumahnya di Desa Sukamanah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jabar, kemarin, saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Begitu ledakan terjadi, ia mendekap tabung gas dengan maksud agar ledakan tidak sampai membakar rumahnya,” kata Camat Bojong, Tedi Gustendi, disela-sela menjenguk korban di RS BayuAsih Purwakarta, Rabu.
Arifin mendapatkan perawatan intensif di RS Bayu Asih, karena luka bakar cukup serius di bagian muka, dada dan kaki, akibat ledakan tabung elpiji ukuran 12 kilogram
5.Sebuah ledakan terjadi di rumah Acep, warga Perumahan Pondok Ungu Permai Sektor V RT01/26 Blok KIV/20 Desa Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi, Minggu (4/7) sore.
Akibat kejadian itu, Dasidi (40) dan Sumantri (40), tetangga Acep terluka parah di bagian tubuhnya dan dilarikan ke RSCM, Jakarta Pusat.Sementara Purwanto, tetangga lainnya hanya terluka ringan di tangan kirinya.Menurut Purwanto, dari jam tujuh pagi memang sudah tercium bau gas dari rumah itu tak disadari pemiliknya karena yang bersangkutan tengah pergi kondangan. Purwanto bersama Dasidi dan Sumantri berinisiatif melihat kondisi rumah itu.
“Saya masuk dari pintu depan, dua orang itu memanjat tembok dan membuka genteng. Dua orang itu bisa masuk dapur, waktu mau pintu mau dibuka dari dalam, tiba-tiba timbul ledakan,” tutur Purwanto (40).

6.Kulon Progo (ANTARA News) – Ledakan dari tabung gas 12 kg yang bocor, Sabtu pagi, melukai seorang pengurus masjid di Desa Kembang, Kecamatan Nanggulan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Akibat ledakan yang terjadi sekitar pukul 07.15 WIB itu Suradiyo menderita luka serius sehingga harus dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Wates. “Diduga ledakan akibat kompor gas rusak pada bagian pemantik, sehingga lupa dimatikan dan mengakibatkan ruangan ukuran 1,5 x 3 meter tersebut dipenuhi gas. Tabung gas masih utuh tidak ada bekas-bekas kebocoran baik di bagian sambungan atau pun dibagian kepalanya. Ledakan disebabkan karena kompor sudah tidak layak pakai.
7.Makassar (ANTARA News) – Hasnah (50), warga BTN Sukma Blok C8/13 Kelurahan Tompobalang Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa akhirnya meninggal setelah terkena ledakan tabung gas elpiji 12 kilogram di Rumah Sakit Pelamonia Makassar.
Mahdi salah seorang keluarga korban di Makassar, Kamis, menuturkan, korban bersama suaminya Arsyad Tompo terkena ledakan tabung gas pada Mingu (18/7) dan harus menjalani perawatan di RS Pelamonia Makassar.
Setelah empat hari menjalani perawatan, pasangan suami istri itu dirawat di ruangan ICU, namun kondisi istrinya yang sudah tidak sadarkan diri kemudian menghembuskan nafasnya yang terakhir.
8.Ledakan tabung gas berukuran 3 kg atau tabung melon kembali terjadi. Kali ini terjadi di pemukiman padat di rumah Iswardi (37) di Jalan Haji Ung, RT 02/01 No 62, Harapan Mulya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabbtu (17/4) pukul 08.45. Akibatnya 11 orang termasuk anak-anak menderita luka bakar cukup serius.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sembilan orang yang terluka dilarikan ke Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ), Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Korban anak-anak adalahsaat mereka tengah melintas di samping rumah tempat tabung gas meledak karena hendak bermain bola.
Ledakan terjadi saat Iswardi dan istrinya sedang memasang selang regulator ke tabung elpiji ukuran 3 kg dan terjadi kebocoran. Sedangkan di luar rumah ada orang merokok sehingga terjadi ledakan.
9.Ponorogo. Nasib naas menimpa Goemono Kepala Inspektorat Pemkab Ponorogo bersama Suhartatik istri dan Herlina pembantunya. Ketiganya mengalami luka bakar sangat serius di sekujur tubuhnya akibat gas elpiji di dapur rumahnya bocor, terbakar dan meledak, Senin malam (29/12).
Setelah menjalani perawatan sementara di RSUD Dr Hardjono Ponorogo, ketiga korban terpaksa dilarikan ke RSU Dr. Soetomo Surabaya, untuk menjalani perawatan yang lebih intensif.
Saat hendak menyalakan kompor elpiji, ternyata kompor tersebut tidak bisa menyala, akhirnya ia memutuskan untuk menyalakan kompor minyak tanah.
Tidak bisa dinyalakannya kompor gas tersebut akibat gas telah kosong lantaran tabung gas bocor di bagian selang. Tak pelak, usai korek api dinyalakan satu ruangan dapur menjadi lautan api, karena gas yang sudah memenuhi ruangan akibat elpiji yang bocor.

10.Dan masih banyak lagi peristiwa ledakan gas lainnya dan tidak mungkin ditampilkan semuanya disini. Ini hanya beberapa contoh saja , sebagaian kecil dari peristiwa ledakan tabung gas elpiji.

BAB III
PENUTUP

1.Kesimpulan
Sejak diberlakukannya konversi bahan bakar minyak tanah ke elpiji, muncul berita-berita mengenai kebakaran yang diakibatkan oleh meledaknya tabung elpiji. Kejadian ini sebagian berawal dari kelalaian dalam pemasangan dan pemeliharaan tabung serta kompor. Akibatnya, kebocoran gas pun terjadi dan menyulut kebakaran. Selain itu, beredarnya tabung elpiji palsu juga menjadi penyebab.
a)Penyebab tabung meledak karena gas yang bocor terperangkap di ruangan dan terakumulasi hingga menyebabkan ledakan.
b)Kurangnya pemahaman masyarakat saat menangani kebocoran gas seringkali memicu terjadinya ledakan. Masyarakat perlu tahu , paham mengerti dan bisa memanfaatkan gas dengan baik dan aman. Mereka rata-rata hanya memilih, membeli, memakai tabung gas dan kurang memperhatikan tingkat keamanannya.
c)Kondisi klep/karet pengaman tidak sama atau tidak pas dengan lubang regulator yang menyebabkan kebocoran. Karet pengaman ini juga disinyalir menjadi penyebab tabung gas meledak.
d)Tabung gas yang tidak memenuhi standar Nasional Indonesia (SNI )
e)Ledakan tabung gas tidak hanya menyebabkan kerugian harta benda tetapi juga merenggut nyawa manusia, untuk itu diharapkan kehati-hatian masyarakat dalam menggunakan gas elpiji.
Dari berbagai kisah yang terjadi, tentunya menuntut kita semua untuk mengambil tindakan sesuai kapasitas masing-masing. Untuk itu kita perlu mengetahui tindakan pertolongan pertama keracunan gas , yaitu :
Pindahkan penderita ke tempat udara segar dan tidak boleh banyak bergerak, selimuti tubuhnya.
Beri nafas buatan atau berikan oksigen jika tersedia.
Segera kirim ke tempat pelayanan kesehatan terdekat.

2.Saran
Sebelum menggunakan elpiji seharusnya harus diperhatikan ha-hal berikut ini terlebih dahulu :
a.Sifat Gas elpiji
b.Perlakukan tabung elpiji dengan hati-hati.
c.Buka jendela sebelum menyalakan kompor
d.Perhatikan keadaan selang dan regulator.
e.Periksa kondisi tabung secara teratur
f.Bersihkan kompor, selang, regulator, dan tabung secara teratur.
g.Ketahui ciri-ciri terjadinya kebocoran.
h.Bertindak cepat.
i.Gunakan peralatan yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

DAFTAR PUSTAKA

1.http://id.wikipedia.org/wiki/Elpiji
2. http://www.bunyu-online.com/2010/08/cara-aman-menggunakan-elpiji-di-dapur.html
3.ttp://fathur-net.blogspot.com/2010/08/ciri-ciri-tabung-gas-3g-elpiji-bocor.html
4.http://besteasyseo.blogspot.com/2009/10/tips-cara-rawat-kompor-gas-hemat-energi.html
5.http://www.picastech.com/2010/08/ciri-ciri-tabung-gas-yang-baik.html
6.http://wihans.web.id/ciri-tabung-standart-sni
7.http://berita.liputan6.com/ibukota/201007/284721/Ledakan.Tabung.Gas.Hanguskan.Rumah.Makan
8.http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/02/09/50897/Meminimalisasi-Ledakan-Gas-Elpiji-
9.http://www.adipedia.com
10.http://www.beritajakarta.com/2008/id/berita_detail.asp?nNewsId=39901
11.http://www.beritaterkinionline.com/2010/07/lebih-akrab-dengan-elpiji.html

Tentang Aria Gusti

Hi, I am =arya= a lecture at School of Public Health, Andalas University, Padang, West Sumatera.
Tulisan ini dipublikasikan di Presentasi Online. Tandai permalink.

30 Balasan ke Ledakan Gas Elpigi

  1. afis berkata:

    makalahnya bagus bagaimana cara yang cepat mengatasi apa bila tabunggas tersebut bocor dan ruangan rumah udah terkontak dengan gas gimana caraya anda menaganinya ?

    apabila terjadinya ledakan bagai mana pihak dari pemerintah mengatasinya dan adakah pihak dari elpiji memberikan santuna terhadap korban tersebut?

  2. emmifauzianti berkata:

    Terimaksih atas tanggapan saudara afis….
    Jika terjadi kebocoran pada tabung elpiji, segera lepaskan regulator dan bawa tabung ke luar ruangan. Letakkan di tempat terbuka. Jangan menyalakan api atau listrik saat terjadi kebocoran.
    Sepanjang yg kami ketahui , pihak pertamina selalu memberikan santunan terhadap korban ledakan gas… itupun kalau ada laporan dari pihak yang menjadi korban , semoga kita terhindar dari kelalaian2 seperti ini, amin…….

  3. Erwin Pulman berkata:

    Asmu’alaikm wr.wb… Setelah membaca makalah klp Sdr. dan melihat prkembangan mslh tsb di TV, saya sngt trtarik skali dgn prmasalah gas elpigi ini. Krn spi saat ini usaha2 yg dilakukn oleh pemerintah trutamanya, menurut saya blm bgitu signifikan. Dan sama2 kita ketahui, faktanya msh bnyk korban2 yg brjatuhan akibat ledakan gas elpigi ini. Menurut klp Sdr. Apa langkah2 atau Program yg tepat dan efektif serta efisien dlm penanggulangan permasalahan kebocoran dan ledakan gas elpigi tsb?
    Trmks, wassalam…

  4. Asrif yanto berkata:

    Ass
    Kpd kel Elpiji
    Sy ingn bercerita sedikit ttg dilema kompor gas elpiji,
    Gas Elpiji menurut sy adalah “BOM WAKTU” dan suatu hal yg berbhya tp untuk mendptkannya begitu mudah. ada org yg krn takut shhg tdk berani memakai kompor gas tp di tiga mata angin lainya ada kompor gas krn dia tinggal di perumahan yg hanya terpisah dg dinding dg tetangga. jd dia berada diareal Bom waktu krn kpn sj bs meledak. Emang sih klw nggk nasib pasti aman tp stress jg hidup dlm areal waktu tsbt.
    Pertanyaan atw koment sy.
    Mungkin utk hal gas elpiji pemerintah perlu jg menerapkan aspek psikologis yg dituangkan dlm perangkat hukum, tdk hanya menerapkan aspek hukum yg hnya diukur berdasrkan SNI mislnya bagi keluarga yg memilki anak kecil yg sulit terawasi krn ortunya sibuk atw rumh yg memilki anggta kel cacat mental atw kelainan jiwa perlu diatu secara hukum utk tdk menggunakan Bom waktu tersbt.

  5. Asrif yanto berkata:

    Ass,
    sy ingin mengomentari pertanyaan pak Erwin
    Menurut sy langkah yang perlu dilkukan oleh pemerintah adlah LANGKAH KONKRET YG SERIUS tdk hnya msl aturan n penyelesaian msalh kecelakaan tp adalah langkah serius dlm sosialisai, byngkn aja pak win untuk satu undang-undang baru yg udh kdng akan berubah tahun berikutnya sosialisasinya menelan begitu bnyk biaya.

  6. emmifauzianti berkata:

    Terimakasih atas tanggapan Sdr. Erwin Pulman …
    Menurut kelompok kami langkah2 yg tepat dan efektif serta efisien dalam penenggulangan permasalahan kebocoran dan ledakan gas elpigi adalah :
    1. Memberdayakan masyarakat sebagai konsumen, masyarakat perlu tahu tentang tata cara penggunaan elpiji ,diantaranya :
    Sebelum menggunakan elpiji seharusnya harus diperhatikan ha-hal berikut ini terlebih dahulu :
    a.Sifat Gas elpiji
    b.Perlakukan tabung elpiji dengan hati-hati.
    c.Buka jendela sebelum menyalakan kompor
    d.Perhatikan keadaan selang dan regulator.
    e.Periksa kondisi tabung secara teratur
    f.Bersihkan kompor, selang, regulator, dan tabung secara teratur.
    g.Ketahui ciri-ciri terjadinya kebocoran.
    h.Bertindak cepat.
    i.Gunakan peralatan yang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).
    2. Pemerintah perlu menyiapkan payung hukum untuk melindngi masyrakat agar tidak dirugikan, dan kalaupun terjadi musibah ledakan masyrakt mendapat santunan.. Demikian sdr. Erwin , semoga tidak terjadi lagi musibah dimasa mendatang.. amin.

  7. emmifauzianti berkata:

    Terimakasih atas tanggapan Sdr. Asrif yanto…
    Memang musibah itu tidak kita ketahui kapan dtngnya dan apa sumber musibnah tersebut, bisa saja dari ledakan gas elpiji yg sedang hangat dibicarakan saat ini… , mengenai tanggapan sdr .. tentang :
    pemerintah perlu jg menerapkan aspek psikologis yg dituangkan dlm perangkat hukum, tdk hanya menerapkan aspek hukum yg hnya diukur berdasrkan SNI mislnya bagi keluarga yg memilki anak kecil yg sulit terawasi krn ortunya sibuk atw rumh yg memilki anggta kel cacat mental atw kelainan jiwa perlu diatu secara hukum utk tdk menggunakan Bom waktu tersbt.
    Kalau untuk anak kecil dan klg yg cacat mental, saya rasa … jangankan kompor gas yg suka meledak… pekerjaan normal saja tidak bisa dibebankan kepada mereka, ini mgkin pengcualian… Masa org cacat mental dan anak kecil disuruh masak ? He….he…. yg benar aja lah pak…untuk menolong diri mereka senidir aja mereka tidak mampu apalagi mengerjakan pkrjaan yg beresiko… mungkin pemerintah belum membuat peraturan spt itu karena pemerintah berpikir masak org cacat dan anak kecil mau masak ? Hehe…..

  8. andika berkata:

    Ass.setelah membaca makalah tentang kelompok saudara,saya ingin menanyakan bagaimana pendapat saudara tentang penyuntikan gas /pengisian ulang gas yg dilakukan oleh pihak2 yang tak bertanggung jawab yang mengakibatkan kebakaran ????Kalau dilihat dari ilmu keselamatan kerja bagaimana seharusnya???Bagaimana langkah2 yang harus diambil pemerintah utk mengatasi ini ???

  9. Aria Gusti berkata:

    Menarik sekali pertanyaan saudara andika.. ayo anggota kelompok yang lain coba dijawab.. kok sepertinya cuma buk emmy yang keringatan meladenin pak erwin sama pak ujang ?

  10. emmifauzianti berkata:

    Trimksih atas pertanyaan sdra andika..
    Kami rasa perbuatan pnyuntikan gas /pengisian ulang gas yg dilakukan oleh pihak2 yang tak bertanggung jawab adalah perbuatan yang sangat tidak manusiawi, krna tdk hanya mengakibatkan kebakaran saja tapi juga mengakibatkan kerugian lain seperti hilangnya nyawa anak mausia…
    Kalau dilihat dari ilmu keselamatan kerja bagaimana seharusnya???
    Seharusnya perbuatan seperti ini tidak dilakukan….. sangat beresiko sekali… dan ini ada sangsi hukumnya lohhh…

    Bagaimana langkah2 yang harus diambil pemerintah utk mengatasi ini ???
    Bolehkah saya bercerita sedikit ?
    Tabung dengan isi 3 kilogram didistribusikan pemerintah dalam program konversi minyak tanah ke gas elpiji. Harganya pun telah disubsidi. Pelaku penyuntikan gas melakukan penyuntikan dengan memindahkan isi lima tabung 3 kilogram ke dalam satu tabung 12 kilogram.
    Harga gas elpiji ukuran 3 kilogram Rp 11.500 per tabung. Dengan membeli lima tabung, pelaku penyuntikan hanya mengeluarkan uang Rp 57.500. Sedangkan harga gas ukuran 12 kilogram Rp 72.500 per kilogram. Dgan dmikian trsngka meraup keuntungan Rp 15.000/ tabung.
    Pelaku penyuntikan melanggar sejumlah ketentuan. Di antaranya pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara, dan denda maksimal Rp 60 miliar. Tersangka juga dijerat pasal 13 ayat 1 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian dengan ancaman hukuman maskimal lima tahun penjara, dan denda maksimal Rp 25 juta.
    Ketentuan lain yang dilanggar adalah pasal 94 ayat 1 dan ayat 3 Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2004 tentang Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. I
    Dari cerita diatas sebenarnya pemeritah sudah melindungi masyarakt dari akibat pemakaian gas elpiji terutama sangsi hukum bagi pihak penyelenggara / agen elpiji / dunia usaha elpiji ….
    Satu lagi….
    Sbnarnya pmrintah tdk perlu mnsubsidi pmkaian tbng 3 kg, krna hal ini sngt menggiurkan bagi pemilik usaha / pihak yang tidak bertgg jawab tuk mlkukan kcurangan seperti penyuntikan tabung gas elpiji….
    Demikian saudara andika… semoga anda terpuaskan oleh jawaban dari klpk kami… Thanks….

  11. Asrif yanto berkata:

    Wsl bukEmi
    Maksud sy bukan anak kecil atw orang cacat yang disuruh masak buk emmi, tp …..tlg dimaknai lagi pertanyaan sy ya buk ??????
    mksh

  12. emmifauzianti berkata:

    Terimakasih untuk tanggapan p’ujang ….
    Saya tidak tau … apakah saya yang kurang memaknai pertanyaan pak ujang atau pertanyaan p’ujang yang harus ditinjau ulang.. ????? Atau ceritanya terlalu kebanyakan sehingga membingungkan org untuk menjawab ????
    “Mungkin utk hal gas elpiji pemerintah perlu jg menerapkan aspek psikologis yg dituangkan dlm perangkat hukum, tdk hanya menerapkan aspek hukum yg hnya diukur berdasrkan SNI mislnya bagi keluarga yg memilki anak kecil yg sulit terawasi krn ortunya sibuk atw rumh yg memilki anggta kel cacat mental atw kelainan jiwa perlu diatu secara hukum utk tdk menggunakan Bom waktu tersbt.
    Penerapan aspek psikologis yg harus dituangkan dlm perangkat hukum ????
    Mari kita berjuang untuk mengusulkannya pada pemerintahhh…. setuju nggaakkk ??
    Setuju dunk…
    Oke la kalau begitu….

  13. emmifauzianti berkata:

    Ayooo dunk… masa’ ngga ‘ ada lagi penanya yang nongollll ? pada kemane nih….. ????
    “ngga’ kemana- mana ??
    Waduhhhh… ayo dongggg
    antri….
    Kami klpk 2 siap jawab nih……
    Buruan ya…..
    Tyou…tyou…. T.y.o.u
    I lope yu Somat…… he…he…wkwkwwk

  14. ANDIKA berkata:

    Trimakasih atas jawaban yang diberikan tetapi saya ingin jawaban yang lebih rinci….Katanya hal itu beresiko tlg dijelaskan apa2 saja resiko dalam penyuntikan gas tsb selain tjdnya kebakaran??Apakah masih diperlukan juga sosialisasi pemakaian Gas LPG secara aman utk mengurangi resiko tsb???bagaimana seharusnya tindak lanjutnya???

  15. Jesiska Sonya berkata:

    apa saja usaha yang telah dilakukan pemerintah untuk meminimalkan terjadinya ledakan tabung gas elpiji?

  16. desi asusanti berkata:

    Mencoba menjawab pertanyaan dari saudari Sonya….. Usaha pemerintah untuk untuk meminimalkan ledakan Gas Elpiji sudah banyak sebenarnya mulai dari mensosialisasikan kembali tentang penggunaan Gas Elpiji, memeriksa tabung – tabung gas yang beredar di masyarakat apa sudah memenuhi syarat keamanan untuk di gunakan, menarik banyak produk tabung yang tak layak di gunakan, menyiarkan kemasyarakat luas melalui berbagai media untuk penggunaan Gas elpiji yang benar.
    Tinggal kita dalam menggunakan Gas Elpiji harus benar – benar memperhatikan ciri – ciri gas yang aman seperti yang tertulis dalam makalah di atas.

  17. desi asusanti berkata:

    Bang Ujang….. ok banget tuh usul untuk membuat aspek psikologis dalam perangkat hukum tentang ledakan Gas elpiji… memang kadang kala peraturan itu sangat lemah dan memiliki celah yang banyak. Tapi bang Ujang pasti lebih memahami untuk membuat suatu peraturan hukum harus memiliki dasar yang jelas dan konkrit tidak bisa di buat dari dasar dari perasaan saja. Sorry jangan marah sama ni emi ya…. he,he..

  18. desi asusanti berkata:

    Ni Emi Say…….. Ganas Banget tuch pada nantangin semua …….
    ntar semua keroyokin un lo…..
    Sister…… slow but sure aja dech…..
    hay semua Q nggak ikut nantang ya….. tapi kalau ada pertanyaan mari kita sama – sama cari jawaban terbaik kan semua demi kita juga….
    Setuju nggak ???
    K3 & KESLING 2010 OK !!!!

  19. Aria Gusti berkata:

    Ternyata diskusinya makin hangat dan makin berbobot..
    Pertanyaan dari Andika belum dijawab tuh !
    Kasus penyuntikan ataupun pengoplosan tabung gas LPG sering ditemukan dan sudah banyak memakan korban. Ayo kelompok diskusikan masalah ini terutama ditinjau dari aspek hukum dan perundang-undangannya. Apakah peraturan perundangan yang sudah ada sudah mencukupi atau perlu direvisi lagi ?

  20. Dewi Herasetyati berkata:

    ass.wr.wb, makalah kelompok II sangat bagus, tapi saya pengen juga koment dikit, mungkin pertanyaan saya ini cukup sederhana saja : apakah bentuk/ jenis kompor gas juga dapat mempengaruhi terjadinya kasus peledakan kompor gas ?. Makasih.

  21. desi asusanti berkata:

    Mencoba menjawab pertanyaan ni hesti… Klu maksud anda yg membedakan kompor gas dari bahan pembuatnya dan sudah memenuhi standar SNI atau tdk , jelas lah hal tersebut mempengaruhi terjadinya ledakan gas elpiji, kompor gas yang tidak memenuhi standard SNI jelas akan lebih mudah meledak. Tapi jika bentuk yg anda maksud yg bulat, oval atau segi empat atau dari merek nya jelas tidak ada dasar untuk mengatakan bisa mempengaruhi kejadian ledakan.

  22. khairi yanti berkata:

    Giliran si yanti nih yg mau bertanya dari kelompok V.. blh yah..
    saya mau bertanya. apakah program pemerintah peralihan dari kompor minyak tanah ke gas elpiji sudah berhasil???? setelah sekian banyak kejadian ledakan tabung gas elpiji siapakah yg harus bertanggung jawab atas kejadian semua ini????? haruskah kita yg menjadi korban atas sebuah ambisi ini??????????

  23. emmifauzianti berkata:

    Menurut klpk 2 konversi minyak tanah ke gas belum berhasil, banyak lagi yg harus ditata ulang oleh pemerintah .. diantaranya:
    1.PT Pertamina harus melakukan kontrol yang ketat atas kualitas tabung gas yang ada.Tabung gas yang berada di masyarakat dalam jangka waktu tertentu harus dilakukan cek kualitas. “Jadi, PT Pertamina harus membuka bengkel-bengkel reparasi tabung gas untuk memperbaiki yang rusak dan menarik yang rusak.
    2.Polri bertindak tegas atas adanya tindak kriminal penyuntikan tabung gas. “Banyak tabung gas rusak karena adanya penyuntikan. Ini kriminal murni, harus ditindak tegas,”
    3.Mengurangi disparitas harga gas 12 kilogram dan tiga kilogram
    banyaknya penyuntikan tabung gas terjadi karena adanya perbedaan harga yang besar antara harga gas tabung 12 kilogram dan harga gas tabung tiga kilogram. “Orang bisa mendapatkan keuntungan miliaran rupiah kalau melakukan penyuntikan gas ini,”
    Tapi menurut Jusuf Kalla, sang pencetus ide konversi minyak tanah ke gas masalah utamanya bukan kebijakan konversi, melainkan soal pengawasan atau kontrol di lapangan. ”
    Siapakah yg harus bertanggung jawab atas kejadian semua ini????? Menurut saya tanggung jawab semua pihak sesuai dengan program konversi minyak tanah ke gas. I. Tanggung Jawab konsumen sebagai pemakai gas , kita harus pintar memilih dengan cara :
    1. Belilah gas elpiji di agen resmi Pertamina yang ditunjuk. Agen resmi tersebut harus mampu menunjukkan sebagai rekanan pemasok tabung gas bersertifikat resmi dari Pertamina.
    a. Dapatkan nomor agen dan nomor telepon / handpone dari agen gas tersebut. Agen resmi juga harus bisa memperlihatkan Sertifikat Pemakaian Produk Tanda SNI (SNI sendiri ada 2 jenis, yakni SNI barang edar dan SNI barang impor).
    b. Pastikan regulator serta selang gasnya berstandar SNI. Jangan terbuai meski selang gas bertuliskan sertifikasi “ISO 9002?. Cermat dan periksalah kondisi tabung sebelum membeli. Pastikan saat membeli tabung gas, mulut tabung gas dalam keadaan tersegel. Dalam sebuah kasus, meski bersegel namun pada moncong tabung tidak ditemukan sil atau karet hitam merupakan alat pengaman yang biasa dipasang di mulut tabung gas. Bila ingin yakin, rendamlah tabung dalam air, bila muncul gelembung halus berarti ada kebocoran kecil gas. Tukar secepatnya.
    c. Pastikan tempat perapian kompor gas (logam pembakaran atau burner-nya) terbuat dari baja, bukan dari seng meski berlogo SNI.
    2. Pastikan pemasangan regulator harus sesuai standar penunjukkan, seperti pasang regulator dan patarkan knop regulator searah jarum jam sampai menunjukkan ke bawah.
    a. Pastikan karet hitam di klep tabung ada dan terpasang sempurna. Pastikan regulator, selang, kompor dan tabung terinstalasi dengan baik, benar, dan tidak bocor. Karet seal terpasang baik, selang tersambung baik, regulator terpasang dengan baik, dan gunakan air sabun jika ragu untuk memastikan tidak ada kebocoran. Pastikan klem selang di ujung tabung gas dan ujung kompor sudah kuat terpasang.
    b. Jangan membeli slang berwarna jingga (buatan Korea) yang tak berlabel SNI.
    3. Pastikan ruang penyimpanannya berventilasi udara dan sirkulasinya baik, biasanya di lantai bawah menggunakan rooster untuk sirkulasi udara di sisi tembok di tempat penyimpanan tabung gas.
    a. Letakkan gas dibawah kompor. Lebih baik jarak kompor dan tabung gas minimal 100 cm.Lengkapi ruang penyimpanan gas dengan alat pemantau alarm kebocoran gas.
    b. Jauhkan tabung LPG dari sumber panas (api kompor minyak tanah, instalasi listrik atau api terbuka.
    4. Pastikan tenant-tenant yang menggunakan tabung dan kompor gas telah memasang detektor kebocoran gas. Koordinasikan hal ini dengan Building Management.
    5. Pemakai mengetahui cara pemakaian atau pengoperasioan tabung gas secara aman.
    a. Yakinkan tidak ada bau gas sebelum menyalakan kompor. Bau mercaptan adalah indikasi terjadi kebocoran.
    b. Saat menyalakan api, tekan knop kompor dan putar kekiri. Apabila api belum menyala, jangan mencolok-colok kleb tabung, tetapi boleh dengan mengetuk atau menggoyang selang.
    c. Berhati-hati saat menghidupkan kompor dan tabung gas elpiji. Jangan memakai kompor minyak tanah bersebelahan dengan kompor dan tabung gas, karena tanpa disadari bila ada kebocoran gas dan ada api, maka akan terjadi kebakaran.
    6. Ganti selang gas setiap tahun sekali, dan bila jarang dipakai ganti 2 tahun sekali. Periksalah selang gas dan regulator setidaknya sebulan sekali. Bila selang gas khususnya yang berada di dekat kompor gas (lebih kurang 50 cm dari kompor gas) terdapat retak-retak, cepat ganti selang gas tersebut. Begitu pula bila regulator telah rusak dan jarum tekanannya tidak berfungsi, ganti secepatnya. Jangan paksakan memakainya, sebelum diganti dengan selang atau regulator yang baru. Pastikan selang gas tidak terlipat.

    II. PEMERINTAH , ini dia nih tanggung jawabnya…..
    1. Pemerintah juga harus mensosialisasikan kepada masyarakat luas bagaimana mengenali tabung gas dan aksesorinya yang tanpa SNI, bagaimana mengenali masa pakai usia tabung gas, bagaimana cara mengenali tabung gas yang bagus dan aman, serta bagaimana cara menggunakan eliji secara aman.
    1. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenprin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) harus bertanggungjawab, jika ada tabung gas abal-abal alias tak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) beredar di pasaran.
    2. Pemerintah dan Pertamina mesti meneliti ulang kualitas tabung yang membahayakan masyarakat. Pertamina diharapkan dapat mengawasi tabung gas kosong yang masuk kembali ke stasiun pengangkutan dan pengisian bulk dan elpiji (SPPBE), termasuk karet siil yang ada di katup tabung, sudah sudah ada SOP (standard opration procedure) di setiap SPPBE.
    3. Pemerintah harus bisa menghentikan perdagangan tabung dan aksesori elpiji (3 kg) yang tak memenuhi SNI. Tabung elpiji, kompor, regulator, selang dan katup yang tidak memenuhi mutu teknis atau standar yang aman, harus dimusnahkan.
    4. Pemerintah dan POLRI harus memberikan sanksi, berupa penarikan produk dari pasaran, pencabutan izin usaha bagi produsen atau distrubutor yang terbukti mengedarkan produk yang tak sesuai standar, hingga pemidanaan produsennya.
    Wah.. wahhh kok jadi panjang buanget ya .. bahasannya…

    haruskah kita yg menjadi korban atas sebuah ambisi ini??????????
    Jangan dunk….
    Bersama – bersama kita dengan pemerintah saling bahu membahu untuk mensukseskan program konversi ini, ya… dengan cara pintar memilih tadi…
    kemudian….
    1. Laporkan jika di lingkungan kita ada kegiatan pemalsuan LPG atau penyuntikan / pemindahan LPG ke kepolisian terdekat.
    2. Sosialisasi tentang penggunaan kompor gas aman harus ditingkatkan

    selebihnya kalau kita sudah berhati-hati…. terjadi juga musibah…..
    itu sudah diluar kehendak kita kali ya…
    Demikian masukan dari saya , dengan tidak menutup kemungkinan alternatif jawaban dan langkah2 stratejik lain yang lebih baik,dari kawn2 ku kelompok 2 , ayo dong…aku udah mulai diserang nih…….

  24. ANDIKA berkata:

    Terima kasih atas jawabannya….saya ingin supaya anggota kelompok buk emmy menambahkan jawaban yang lain…..Masak dari kemarin2 hanya ada jawaban dari buk emmy saja untuk pertanyaan saya…………………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  25. emmifauzianti berkata:

    Aduhhh andika sayang…. banyak banget tuh maunya…
    Teman2ku sekelompok tinggal jauh dipedesaaan , belum disentuh internet kampung halamannya, jadi nggak bisa online setiap waktu… bisanya ngebales komntar kawan2 hari sabtu, sama minggu aja,, jadi harap maklum dunk….
    Ini dia tambahan dari teman2 ku lwt sms , yang kucoba tuk ketik ulang demi memuaskan adinda andika…
    Kasus penyuntikan /pengoplosan gas elpigi :
    Bukan hanya manusia yang jadi korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka bakar, tapi juga harta kekayaan, termasuk hancur dan terbakarnya rumah dan segala harta para korban.
    Bukan itu saja, bagi yang masih hidup, banyak yang menderita cacat seumur hidup. Salah satu di antaranya yang banyak diekspose di media masa adalah seorang anak yang berumur empat tahun, Ridho yang hampir seluruh tubuhnya mengalami kebakaran termasuk mukanya yang sebenarnya tampan. Muka Ridho tampak seperti monster.
    Melihat betapa besar resiko yang dihadapapi masyarakat karena ulah para pengusaha nakal ini, maka perlu sanksi dan hukuman yang jauh lebih berat bagi pelakunya, kalau perlu hukuman mati.
    Hukuman berat ini diperlukan karena kejahatan mereka bukan hanya merugikan masyarakat baik jiwa maupun harta, tetapi juga dapat menggagalkan program Pemerintah untuk mengkonversi penggunaan minyak tanah ke gas, yang sebetulnya baik untuk kepentingan Negara dan rakyat itu.
    Selama ada perbedaan harga yang menyolok antara gas LPG kemasan 3 kg dengan yang 12 dan 50 kg, maka usaha illegal dan jahat untuk melakukan penyuntikan, memindahkan isi tabung yang satu ke tabung yang lain, akan tetap terjadi.
    Saat ini rakyat sudah ketakutan menggunakan gas untuk masak, lalu kembali ke minyak tanah. Karena untuk mendapatkan minyak tanah lebih sulit dan mahal, maka kemungkinan bagi masyarakat untuk kembali ke zaman lalu, yaitu menggunkan kayu bakar. Ini berarti kita harus siap-siap meghadapi banjir yang lebih besar dan dahsyat, karena hutan kita yang semakin gundul!, akibat ditebang untuk dijadikan kayu bakar!!! Kita semua nggak mau ini terjadi bukan..?????
    Makanya friends, lapor…. sama p’police kalau ditemukan kegiatan pemalsuan LPG atau penyuntikan , jangan jadi pelaku yahhhh….
    Undang-undangnya udah dibahas dari kemaren kan… baca lagi deh dika.. ya…

  26. emmifauzianti berkata:

    Untuk pertanyaan dari adinda sonya udah dijawab sama desi asusanti, tapi kalau boleh ditambahkan , mungkin jawabannya hampir sama dg jawaban untuk mbak yanti… demikian ini uraiannya :
    1. Pemerintah juga harus mensosialisasikan kepada masyarakat luas bagaimana mengenali tabung gas dan aksesorinya yang tanpa SNI, bagaimana mengenali masa pakai usia tabung gas, bagaimana cara mengenali tabung gas yang bagus dan aman, serta bagaimana cara menggunakan eliji secara aman.
    2. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perindustrian (Kemenprin) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) harus bertanggungjawab, jika ada tabung gas abal-abal alias tak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) beredar di pasaran.
    3. Pemerintah dan Pertamina mesti meneliti ulang kualitas tabung yang membahayakan masyarakat. Pertamina diharapkan dapat mengawasi tabung gas kosong yang masuk kembali ke stasiun pengangkutan dan pengisian bulk dan elpiji (SPPBE), termasuk karet siil yang ada di katup tabung, sudah sudah ada SOP (standard opration procedure) di setiap SPPBE.
    4. Pemerintah harus bisa menghentikan perdagangan tabung dan aksesori elpiji (3 kg) yang tak memenuhi SNI. Tabung elpiji, kompor, regulator, selang dan katup yang tidak memenuhi mutu teknis atau standar yang aman, harus dimusnahkan.
    5. Pemerintah dan POLRI harus memberikan sanksi, berupa penarikan produk dari pasaran, pencabutan izin usaha bagi produsen atau distrubutor yang terbukti mengedarkan produk yang tak sesuai standar, hingga pemidanaan produsennya.
    Bagaimana adinda sonya….. ???????????????????????

  27. bisma_tullah@yahoo.com berkata:

    ass,baiklah sy akan cb mnambahkan sdkit mkn u mlengkapi sdikit..
    Sbenarnya kasus akibat penggunaan elpiji y sering tjadi ini dpt dtekan dg 2 cr : 1.sanksi hukum
    2.pensosialisasian
    mnrut sy tentang sanksi hukum,itu sdh maksimal ush pmrnth. Tp skrg y mjdi pokok utama itu skrg yaitu ush pmerintah dlm pnsosialisasian y masih kurang.
    Contoh :
    - d media elektronik
    Iklan tntang elpiji ini msh sgt minim/sekali2 saja,–> sharusnya iklan ini harus lbh sering drpd iklan rokok (mslhx ini br tahap pngenalan dr pmerintah)
    - d kantor2 umum kemsyarakatan
    di kantor lurah saja sy lihat msh kurang tepajang tntang penggunaan/pemakaian elpiji y baik n benar n kalau pun ada itupun sudah sobek2 (kl benar itu bnr2 ush pmrnth y maksimal apa salahnya pmberitahuan ini dpt jg ikut dlampirkn kep masy pd berkas2 kpengurusan,seperti ktp,dll–> seperti ush pmrntah dlm mcanangkan pemilu)
    Kl pmrnth mjalankan program ini scara bkelanjutan (bukan smusim saja),mis:2th/3th bturut2 sy rasa smua lapisan masyarakat benar2 kenal dg ini smua,n sy yakin ush2 pnyuntika/pmalsuan y dmaksud sdr andika tsebut lmbat laun akan hilang,krn masyarakat tdk akan tertipu lg.
    Wsl,

  28. emmifauzianti berkata:

    Aduhhhh…. saudaraku bismatullah sudah muncul kepermukaan ….
    Makasih ya …. udah ditulunginnnnn, soalnya ada yg komplain…….. masak namaku aja yg muncullll….aku udah keringatan meladenin rekan2 yg lain nih.. sering – serring muncul ya kawan….

  29. dhewi permata sari berkata:

    dear kelompok 2, seperti yg telah dijelaskan, pemerintah menganjurkan beralih dari minyak tanah ke gas elpiji, namun pd kenyataanya banyak menimbulkan masalah bagi masyarakat, bagaimanakah pendapat anda tentang maraknya ledakan elpiji di indonesia yg sudah memakan banyak korban jiwa, apakah seharusnya pemerintah mencari alternatif lain atauuuu ????

Komentar ditutup.